Santri Cendekia

14 Rekomendasi Muhammadiyah Amerika Serikat terkait Wabah Corona

Prihatin dengan semakin memburuknya penyebaran wabah Covid-19, Pengurus Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Amerika Serikat melakukan pertemuan dan koordinasi daring untuk membahas virus pandemik ini.

Pertemuan yang berlangsung selama dua setengah jam pada tanggal 15 Maret 2020 ini, dihadiri oleh sepuluh orang pengurus PCIM yang tinggal di lintas negara bagian di Amerika Serikat.

Pertemuan daring ini, selain membicarakan tentang kondisi di Amerika Serikat sendiri, juga mendiskusikan tentang perkembangan terkini di tanah air. Di Amerika Serikat, penyebaran virus terjadi sangat cepat di luar dugaan semua pihak.

Sampai tulisan ini diturunkan, sudah ada 4.464 orang yang sudah dinyatakan positif dengan 78 korban meninggal. Padahal tiga hari yang lalu (tanggal 13 Maret) jumlahnya masih 1.300 orang.

Di antara pengurus PCIM sendiripun, ada yang beberapa orang yang sedang sakit dan mengisolasi diri. Pengurus saling mendukung dan mendoakan agar satu sama lain diberi kesehatan dan kekuatan dalam menghadapi situasi ini.

Rekomendasi Muhammadiyah Amerika Serikat

Selama diskusi berlangsung, banyak gagasan yang mengemuka terkait dengan penanganan corona di tanah air. Berikut ini adalah rangkuman dari beberapa pemikiran yang berkembang dalam pertemuan pengurus PCIM tersebut.

  1. Mendorong masyarakat Indonesia untuk melakukan karantina diri (self-quarantine) dan mengurangi secara signifikan aktivitas di luar rumah.
  2. Jika karena ada kebutuhan mendesak untuk keluar rumah, hendaknya dilakukan social distancing (menjaga jarak) satu sama lain.
  3. Aktivitas perekonomian terutama yang berkaitan dengan suplai makanan pokok masih harus terus berjalan, tetapi dengan memperhatikan aspek social distancing, higienitas dan kesehatan para pekerja. Pekerja yang tidak enak badan diwajibkan istirahat dan karantina di rumah.
  4. Para penderita penyakit kronis dimudahkan untuk mendapatkan dan membeli obat sesuai resep dokter untuk 3 bulan ke depan. BPJS, dokter, Puskesmas, dan apotek diharapkan siap memberi pelayanan untuk mendukung hal ini.
  5. Masyarakat juga perlu menyiapkan obat-obatan yang penting: obat batuk, obat turun panas, vitamin c. di rumah masing-masing yang cukup untuk jangka waktu tiga bulan ke depan.
  6. Masyarakat hendaknya menyimpan stok makanan di rumah dalam jumlah yang wajar dan tetap memperhatikan kebutuhan orang lain. Jangan sampai terjadi monopoli yang mengakibatkan orang lain tidak dapat memperoleh kebutuhan pokoknya.
  7. Pencegahan penularan virus dan resiliensi terhadap situasi darurat pandemic Covid-19 ini dapat dilakukan dengan berbasis komunitas (community-based prevention) yaitu dengan memanfaatkan struktur sosial masyarakat Indonesia yang sudah ada. Bangsa Indonesia memiliki budaya komunal, tradisi gotong royong dan tolong menolong antara sesama yang dapat diperankan untuk menghadapi pandemi ini.
  8. Di antara yang dapat dilakukan misalnya ketua RT atau ketua komunitas dapat membentuk satuan relawan yang terdiri dari kaum muda yang ditugasi untuk membantu kelompok rentan (memiliki imunitas rendah) untuk mendapatkan suplai kebutuhan pokok. Kelompok rentan ini hendaknya secara total berhenti beraktivitas di luar rumah.
  9. Pada level pemerintah, pengurus PCIM Amerika Serikat juga memandang bahwa pemerintah Indonesia harus memprioritaskan kesehatan masyarakat di atas pertimbangan ekonomi.
  10. Walaupun demikian, pemerintah perlu membuat kebijakan untuk menopang ekonomi masyarakat, terutama dari kalangan warga tidak mampu, yang paling terdampak akibat pandemik COVID-19 ini.
  11. Yang dapat dilakukan pemerintah misalnya adalah memberikan bantuan tunai kepada masyarakat miskin untuk pembiayaan sembako dan hal mendasar lain seperti uang sewa rumah. Bank-bank juga bisa dihimbau untuk minimal menghentikan sementara bunga KPR.  Termasuk juga menangguhkan cicilan KPR, Kartu Kredit, dan hutang lainnya untuk 3 bulan ke depan, terutama jika pekerjaan dan penghasilan nasabah yang bersangkutan terimbas oleh situasi darurat pandemic Covid-19.
  12. Pemerintah juga perlu menyiapkan sistem informasi daring terpadu (website) terkait dengan virus korona ini. Website ini misalnya memuat informasi tentang peta penyebaran virus, dimana tempat berobat terdekat, dan lain-lain. Mengingat masyarakat termiskin dan paling rentan umumnya memiliki akses internet terbatas, pemerintah lokal (kecamatan/kota/kabupaten) di mana sudah terjadi wabah Covid-19 diharapan memberikan update dan himbauan yang jelas melalui SMS dan juga aparat pemerintah tingkat desa.
  13. Penyedia jasa internet diharapkan bisa memberi potongan harga untuk mendukung akvititas belajar mengajar dan bekerja online dari rumah.
  14. Wabah Covid-19 ini merupakan krisis skala global yang memerlukan perspektif dan dukungan berbagai lapisan pemerintah dan masyarakat dari tingkat lokal dan global. Kami anggota PCIM Amerika Serikat bersedia untuk ikut urun rembuk dan membantu pemerintah dan institusi non-pemerintah dalam menangani wabah Covid-19.
Baca juga:  Bisakah “Mengantisipasi Covid-19” Dikategorikan Sebagai Keadaan Darurat?

Konsolidasi Organisasi

Pertemuan daring PCIM ini dimulai pada pukul 15.00 dan berakhir pukul 17.30 EST. Selain topik Corona, juga dibahas beberapa hal terkait perkembangan keorganisasian. Misalnya dilaporkan oleh Ketua PCIM, Prof. Muhamad Ali, P.hD., bahwa PCIM saat ini sudah menjadi organisasi resmi dan legal yang terdaftar di Pemerintah Amerika Serikat atas nama “Muhammadiyah USA Inc.”.

Dengan demikian PCIM bisa lebih leluasa bergerak. Juga disepakati bahwa setiap bulan akan diselenggarakan kajian dengan topik-topik aktual yang selaras dengan misi Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam Berkemajuan.

Topik lainnya yang dibahas adalah mengenai iuran bulanan anggota. Warga Muhammadiyah Amerika Serikat berkomitmen untuk membayar iuran sebesar 5 dolar per bulan. Iuran anggota adalah ciri khas Muhammadiyah sebagai organisasi sipil kemasyarakatan yang bersifat mandiri.

PCIM Amerika Serikat juga saat ini masih melakukan penyusunan buku untuk kontribusi pemikiran kepada persyarikatan yang akan bermuktamar pada tahun ini. Terakhir juga dibicarakan mengenai perombakan susunan pengurus, mengingat ada beberapa orang pengurus lama yang sudah pulang ke tanah air dan ada banyak anggota yang baru bergabung. (MRM)

Baca artikel menarik lainnya tentang corona:

  1. Tinjauan Fikih: Lebih Baik Tidak Salat Jumat Selama Wabah Corona
  2. Tidak ke Masjid di Masa Wabah Corona Bukan Pembangkangan atas Syariat Islam
  3. Pandemi ‘Fitnah’ Netizen atas Fatwa tentang Corona
  4. Hadis Kontradiktif, Kausalitas, dan Coronavirus
  5. 14 Rekomendasi Muhammadiyah Amerika Serikat terkait Wabah Corona
  6. Mengenal Aliran Teologi Islam Melalui Virus Corona

Redaksi Santricendekia

Kirim tulisan ke santricendekia.com melalui email: redaksi@santricendekia.com

2 comments

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: