Ngaji Hadis Puasa #1 ; Inilah Istimewanya Puasa

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Ngaji Hadis Puasa (Bab as-Shiyam dari KitabTaisirul Allam Syarah Umdah al-Ahkam, karya Syaikh Alu Bassam)
Holidays___Ramadan_Ramadan_loading_056453_
siapkan diri dengan ilmu
Semacam Pengantar
Seperti yang dirayakan Opik di salah satu lagunya yang melekat di benak kita, Ramadan sebentar lagi tiba. Jika kau sudah lupa dengan lagu itu, baiklah mari kita sedikit murojaah, “Ramadan tibaaa, Ramadan tibaaa Ramadan Tiiibaaa. Tiba tiba Ramadaaan, Ramdaaan tiba tibaaa”. Oke. Maaf.
Jadi bulan puasa sudah hampir tiba, iklan Marjan pun sudah mulai sesekali nampak di layar kaca, sinetron religi sudah mulai episodenya. Olehnya, tulisan ini kami ikhtiyarkan sebagai rangkaian seminar pra-puasa. Kami (iya, kami, saya dan seorang teman, namanya Adrian Alfadzri) berikhtiyar merefresh lagi ilmu tentang puasa dengan mendaras Bab as-Shiyam dari KitabTaisirul Allam Syarah Umdah al-Ahkam, karya Syaikh Alu Bassam. Kami akan menuliskan hasil membaca itu dalam bentuk tulisan sederhana ini. Tulisan ini adalah hibrid tulisan saya dan tulisannya si Adri, hehe, jika iseng mungkin teman-teman bisa mencari dimana kalimatnya Adri, dan sebelah mana rangkai kata milik saya. Ohya  Nanti tulisannya akan dibuat berepisode, seperti drama Korea. Semoga kami bisa istiqamah, semoga ini bisa bermanfaat..
Mari sambut Ramadan dengan ilmu yang mantap, sebab ibadah adalah kulminasi ilmu dan iman. 
Episode #1. “Hikmah dan Keutamaan Ibadah Puasa”
Sudah dimaklumi bahwa puasa adalah salah satu tiang penyangga agama Islam. Ibadah mulia ini adalah rukun yang ketiga dari lima rukun Islam. Secara Bahasa, puasa berarti menahan. Secara syariat, puasa didefenisikan sebagai “kegiatan menahan dari hal-hal yang membatalkan puasa ,dengan disertai niat untuk melakukannya, dari terbitnya fajar hingga tenggelamnya matahari.
Menurut Syaikh Alu Bassam, puasa itu sungguh mulia sebab di dalamnya tiga jenis kesabaran yang dibutuhkan manusia dilatih semakin tangguh. Pertama, bersabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah. Kedua, kesabaran dalam menjaga diri dari kemaksiatan. Jenis ketiga kesabaran yang dilatih selama puasa adalah bersabar menjalani ketentuan Allah yang tampak menyakitkan.
Puasa adalah ibadah yang sangat intim antara hamba dan Sang Pencipta. Allah menasabkan langsung puasa kepada diri-Nya. Dia menjanjikan bahwa balasan ibadah puasa itu langsung dari diri sisi-Nya. Puasa adalah rahasia antara Tuhan dan hamba, sebuah amanah yang agung.  Syaikh.  
Selama seseorang melaksanakan ibadah puasa, ada kalanya ia berada  dalam kondisi yang sangat gampang untuk menghianati amanah itu. Misal jika kamu sendirian di kamar hanya ditemani maknan sisa sahur yang lezat. Mungkin akan muncul godaan untuk mencomot barang sesendok dua sendok, semangkuk dua mangkuk, sebakul dua bakul, tapi karena adanya perasaan diawasi kau pun melawan godaan itu. Puasa akan melatih sikap muraqabatullah kita. Sikap merasa selalu diawasi, sadar sedang mengemban amanah ilahi. 
Hikmah puasa bukan hanya hal-hal yang disebut di atas. Syekh Abdullah Bassam  menulis di kitabnya bahwa masih banyak hikmah dan rahasia puasa yang tidak dapat ditulis di kitabnya dan pembahasan mengenai hikmah dan rahasia ditulis di lain pembahasan.
Tujuan dari dituliskan sedikit dari banyaknya hikmah dan rahasia puasa tersebut adalah agar kita sebagai pembaca mengetahui rahasia-rahasia Allah atas syariat-syariatnya. Dengan demikian, ia bisa menumbuhkan keimanan dan keyakinan di zaman yang saat ini terjadi keguncangan akidah, dan keguncangan iman.
Sesungguhnya dari hikmah puasa itu adalah beribadah kepada Allah, berserah diri kepadanya, maka jadilah orang-orang yang berpuasa menerima ketetapan Allah Ta’ala.Karena itulah kita sebagai hamba memamng sepatutnya untuk taat kepada Allah, kecenderungan manusia mau taat atau tidak itu karena manusia sudah mempunyai sesuatu yang bisa digunakan untuk membedakannya, yaitu akal.
Karena itulah Syeikh Abdullah Bassam menurut penafsiran saya menyederhanakan penjabaran mengenai hikmah dan rahasia puasa agar kita bisa mencari sendiri agar keyakinan kita dalam beragama bisa bertambah. Dan satu lagi, memang kita bisa kembali ke keadaan yang memang itu sememang-memang nya keadaan kita.
Ayub
yuk temanan

Ayub

Mengejar impian sederhana, menjadi pecinta semesta.
Ayub
yuk temanan

Ayub

Mengejar impian sederhana, menjadi pecinta semesta.

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: