Cinta Ramadhan 06: Man Qoma Ramadhan

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

 

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Ibnu Syihab dari Humaid bin ‘Abdurrahman dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang menegakkan Ramadhan karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dariNya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya”.

 

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari no. 1870 dan Imam Muslim no. 1266.

 

Sepintas pesan hadis ini amat jelas, sesiapa yg menegakkan Ramadhan dosanya yang lalu terampuni. Meski demikian, apa maksud dari menegakkan Ramadhan perlu difahami dengan benar.

 

Sebagian ulama sepakat yg dimaksud -قام- adalah shalat malam; tarawih dan lain sebagainya. Sebagian lagi mengatakan menghidupkan Ramadhan dengan pelbagai aktivitas positif. Karena, di Bulan Ramadhan semua kegiatan yang baik dinilai ibadah.

 

Semua amalan tersebut mesti didasari pada keimanan dan mengharap balasan dari Allah SWT. Perlu diniatkan dengan benar. Karena setiap amalan diterima atau ditolak tergantung pada niatnya.

 

Dalam hal sholat Tarawih, menjadi pembahasan tersendiri. Sebelumnya, ramai permasalahan jumlah rakaat. Sebagian keukeuh mengatakan 11 rakaat -Tarawih + witir- sebagian lagi keukeuh mengatakan 23 rakaat. Akhirnya disepakati silahkan mau mengerjakan 11 ataupun 23 atau bahkan 33 rakaat.

 

Saat ini, ramai lagi permasalahan tarawih, yang cepat dengan yang lambat, yang bacaan panjang dengan yang bacaan pendek. Yang satu sholat mesti khusyu’. Khusyu’ itu dengan shalat tanpa tergesa-gesa.

 

Yang lain mengatakan sholat khusyu’ meski cepat. Karena cepat bukan berarti tergesa-gesa.

 

Dalam hal ini, sebaiknya masing-masing saling mengerti. Tidak perlu mencaci ataupun mencibir. Jangan sampai bulan suci ini dibuat ajang saling membenci.

 

Sholat taraweh boleh saja cepat, namun Imam tarawih mesti menjaga kualitas bacaan. Jangan sampai seperti mengejar setoran, bacaan amburadul tidak karuan. Imam juga harus memahami makmum yang dibelakang. Tidak semua orang segar bugar. Ada juga orang tua renta yang sering ngap-ngapan dan tubuh bergetar.

 

Sholat lambat silahkan saja. Disesuaikan dengan kebiasaan para jama’ah. Ayat-ayat panjang silahkan dibaca. Namun tetap harus disesuaikan dengan kebiasaan para jama’ah.

 

Yang baik, tidak cepat sehingga banyak bacaan yang salah dan tidak lambat sehingga melelahkan jama’ah.

 

Sesiapa berniat menegakkan Ramadhan, menghidupkannya dengan berbagai aktivitas kebaikan, mewarnainya dengan banyak amalan kebajikan, maka sungguh Allah SWT akan mengampuni dosa yang telah lalu.

 

Wallahu A’lam

Cecep Supriadi
ikuti yukkk

Cecep Supriadi

Komunitas Halal Mart HPAI at HPA Indonesia
Pembangun Komunitas Halal Mart HPAI: Penyedia dan Pemasar Produk Halal Berkualitas
Cecep Supriadi
ikuti yukkk

Cecep Supriadi

Pembangun Komunitas Halal Mart HPAI: Penyedia dan Pemasar Produk Halal Berkualitas

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: