Sampai Kapan Indonesia Begini? (Ar-Ra’d : 11)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

 

سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

 “….Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan  yang ada pada diri mereka sendiri… (Ar-ra’d: 11)

 

Yang pertama, ini adalah ayat yang sangat tepat untuk mematikan hujjah paham jabbariyah dan qodariyah. Jabbariyah adalah sebuah paham yang meyakini bahwa baik buruknya hidup kita, taat maksiatnya kita, taqwa fajirnya kita, mutlak ditentukan oleh Allah dan tidak ada sedikitpun andil dari kita. Sedangkan qodariyah adalah sebuah paham yang meyakini bawah segala sesuatu hasil dari hidup manusia ditentukan oleh tindakan manusia itu sendiri. Sedangkan dari ayat di atas, kita bisa menangkap pesan bahwa pada akhirnya Allah lah Yang Memiliki hak prerogatif untuk mengubah keadaan sebuah kaum. Namun, Allah akan menghendaki perubahan tersebut apabila kaum tersebut mau berikhtiar melakukan perubahan-perubahan yang bisa menjadi perantara asbab datangnya kehendak Allah ‘azza wa jalla.

Qiyas Ikhtiar kita dengan Kehendak Allah, ibarat kita sedang membuat proposal, untuk diajukan kepada seorang donatur yang kita harapkan pemberiannya. Tugas kita adalah membuat proposal sebaik mungkin dengan guide-guide umum yang sudah kita dapatkan. Urusan proposal diterima atau tidak sudah bukan ranah kita lagi. TETAPI, tentu proposal yang baik, akan memiliki probabilitas yang lebih tinggi untuk diterima daripada membuat proposal yang asal-asalan. Urusan ikhtiar dan urusan kehendak Allah adalah dua daerah otoritas yang berbeda. Jangan salahkan Allah karena keburukan kita, tapi ucapkan syukur kepada Allah atas segala kebaikan kita.

“maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (Asy-Syams : 8-10)

“Sesungguhnya Allah tidak menganiaya manusia sedikitpun, akan tetapi manusia jualah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (Yunus : 44)

Qiyas yang lain, sesuai dengan Al-Baqarah : 32, kita wajib meyakini bahwa ilmu apapun yang kita dapatkan atas izin Allah. Namun, apa iya Allah akan menghendaki kita memahami bahasa inggris apabila yang kita pelajari bahasa arab? Apa iya Allah akan menghendaki kita memahami matematika jika yang kita pelajari adalah sejarah? Tidak mungkin Allah merubah keadaan kita menjadi lebih memahami sebuah cabang ilmu jika yang kita pelajari saja bukan ilmu yang ingin kita kuasai. Atau apakah kita akan menyalahkan Allah ketika kita terkena penyakit pencernaan? Padahal ternyata kita sering memakan makanan kotor pinggir jalan denga tingkat kepedasan yang tinggi? Tentu tidak, Allah ‘Azza wa Jalla memberi ruang kepada kita untuk berikhtiar mewujudkan keinginan kita. Bahkan takdir pun masih dapat diubah, “Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’ala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi 2065)

Begitupun ketika kita berbicara dalam konteks indonesia. Mungkin banyak yang bertanya-tanya dalam keprihatinan, “mau sampai kapan indonesia begini?”. Jawabannya ada pada surat Ar-ra’d : 11 di atas. Indonesia akan tetap begini selama kita tidak mau menyerahkan Indonesia kepada Allah dan hukum-Nya. Indonesia akan tetap begini selama motivasi orang untuk jadi pejabat adalah duit, duit, dan duit. Indonesia akan tetap begini ketika para penuntut ilmu agama sibuk ribut antar golongan, sibuk mencaci antar gerakan, dan sibuk berdabat antar aliran. Indonesia akan tetap begini selama rakyat tetap selalu mau dibohongi dan ditipu berkali-kali oleh calon-calon pemimpin atau ulama-ulama jahat mereka. Bro udah deh, gak capek hidup serba tanggung begini! Iman nanggung, pinter nanggung, islam nanggung, nasionalis nanggung, ibadah nanggung, jihad nanggung, dermawan nanggung, buat umat nanggung, semua serba nanggung, akhirnya gak jadi apa-apa.

Allah tidak akan pernah merubah indonesia, selama kita sendiri belum pantas jadi agen-agen perubahan yang pantas mendapatkan kemenangan dari-Nya. Jadi? Masing mau nanggung-nanggung bro?

Allahu a’lam bishshawab

 

 

irfan fahmi

material engineering at PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia
mencoba memahami makna dari surat-surat cinta yang Allah turunkan melalui Nabi dan Rasul-Nya

irfan fahmi

mencoba memahami makna dari surat-surat cinta yang Allah turunkan melalui Nabi dan Rasul-Nya

Satu tanggapan untuk “Sampai Kapan Indonesia Begini? (Ar-Ra’d : 11)

  • 22/02/2017 pada 07:17
    Permalink

    Saya pikir itu terjemahannya ternyata bukan, arabnya Subhanaka…. Kok terjemahannya bukan

    Balas

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: