Tadabbur Asmaul Husna (Al-Bari’, Yang Menciptakan tanpa Contoh Sebelumnya)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

 

                Menurut Ibnu Atsir, “Al-Bari` artinya yang menciptakan makhluk tanpa meniru/ contoh sebelumnya. Akan tetapi lafadz ini lebih memiliki kekhususan pada (penciptaan) makhluk-makhluk hidup, tidak pada makhluk-makhluk yang lain. Lafadz ini jarang sekali dipakai pada (penciptaan) selain makhluk hidup. Al Bari’ adalah sifat Allah ‘Azza wa Jalla yang bergandengan dengan Al-Khaliq dan Al-Mushawwir yang disebutkan dalam surat Al-Hasyr ayat 29, Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepadaNya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. Itu berarti penciptaan yang dilakukan oleh Allah adalah penciptaan yang sempurna, Allah Al-Khaliq yang menciptakan makhluk-Nya dari ketiadaan. Allah Al-Bari’ pun Yang membuat blue print dari makhluk-Nya. Setelah itu Allah Al-Mushawwir Yang Memberi bentuk sekaligus fungsi pada setiap makhluk-Nya.

            Itulah mengapa di salam surat Al-Baqarah : 54, Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang mengadakan kamu dan bunuhlah dirimu[49]. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang mengadakan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”  ketika Bani Israil menyembah patung anak sapi yang dibuat dan dibentuk oleh samiri. Nabi Musa mengingatkan Bani Israil untuk bertaubat kepada Dzat Yang “Baari’ikum” (menjadikan mereka tanpa contoh sebelumnya). Sangat menarik jika kita ingin mendalami Hikmah penggunaan sifat Allah Al-Bari’ oleh Nabi Musa di dalam ayat ini. Seolah-olah Musa ingin mengingatkan kaumnya, jika patung sapi emas yang diciptakan samiri yang hanya bisa bersuara saja mereka sembah. Mengapa mereka lupa bahwa patung sapi yang mati itu terinspirasi dari seekor hewan yang hidup yang dari bentuk, suaranya, aktivitasnya, tabiatnya, manfaatnya, Allah ciptakan tanpa pernah ada contoh sebelumnya. Begitupun mereka, Allah ciptakan tanpa ada dan butuh contoh sebelumnya. Harusnya mereka lebih kagum dan mengagungkan Allah Pencipta seluruh makhluk yang hidup daripada mengagungkan patung sapi yang mati buatan samiri itu.

            Ini disebabkan kebodohan dan pembangkangan Bani Israil. Mereka mudah tertipu dengan hal-hal yang berbau materialistik. Mereka hanya memperhatikan kulit luar dan tidak melihat hakikat. Patung sapi emas samiri lebih agung bagi mereka dibandingkan perbuatan-perbuatan Allah yang terhampar di sekeliling mereka.

            Begitupun kita, sehebat apapun teknologi yang kita ciptakan sekarang, teknologi-teknologi itu kebanyakan terinspirasi dari ciptaan-ciptaan Allah yang ada di sekitar kita atau merupakan proses improvisasi yang terus menerus dari teknologi-teknologi sebelumnya. Tidak ada manusia yang bisa menciptakan sesuatu benar-benar tanpa ada contoh sebelumnya. Orang yang mengilmui sifat Allah Al-Bari’, tidak akan menjadi kufur hanya karena terkagum terhadap teknologi-teknologi peradaban dimanapun. Jangan sampai bernasib seperti Thomas Andrews, pendesain kapal titanic yang dengan sesumbarnya berkata bahwa tentang kapal hasil desainnya itu, “Tuhan pun tidak akan bisa menenggelamkannya”. Hingga di tengah perjalanannya, kapal ini menabrak gunung es dan tenggelam. Korban jiwa dari peristiwa naas ini begitu banyak, termasuk Thomas Andrews yang sombong itu pun ikut tenggelam ke dasar laut yang dingin dan gelap.

Allahu a’lam bishshawab

irfan fahmi

material engineering at PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia
mencoba memahami makna dari surat-surat cinta yang Allah turunkan melalui Nabi dan Rasul-Nya

irfan fahmi

mencoba memahami makna dari surat-surat cinta yang Allah turunkan melalui Nabi dan Rasul-Nya

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: