Santri Cendekia
Home » Bela Palestina, Bela Rohingya, Bela Manusia

Bela Palestina, Bela Rohingya, Bela Manusia

Penulis: Farhan Abdul Majiid

Palestina dan Rohingya adalah dua kaum yang terzhalimi. Bangsa Palestina harus hidup di dalam penjara terbesar di dunia, sementara bangsa Rohingya harus menjadi kaum yang terombang-ambing di tengah lautan. Satu titik temu mengapa kita harus membela mereka. Mereka adalah manusia, sama seperti kita.

Sungguh sedih melihat kejamnya perlakuan sebagian kecil orang yang terprovokasi kepada para pengungsi Rohingya. Bahkan sebagian dari mereka sedang melaksanakan shalat. Ini sama sekali tidak mencerminkan keadilan dan kemanusiaan kita sebagai bangsa Indonesia. Sudah sebulan terakhir saya juga menunjukkan kegeraman pada orkestrasi kebencian pada mereka di berbagai kanal sosial media. Pandangan nasionalisme kita dipersempit oleh hasutan yang merendahkan sesama manusia.

Padahal nasionalisme kita bergandengan tangan dengan internasionalisme. Bukan nasionalisme tertutup yang membenci mereka yang berlainan, apalagi merendahkan mereka yang menderita. Nasionalisme kita punya visi menghapus penjajahan dari atas bumi dan menghadirkan perdamaian yang abadi. Kita menjadi bangsa yang bereputasi karena bersolidaritas dengan sesama negeri yang menderita lalu tegak mengatakan penghormatan pada manusia harus diberikan setinggi-tingginya.

Kita punya rekam jejak yang panjang dalam membantu mereka yang menderita. Bahkan dalam keadaan sulit sekalipun. Tahun 1946, kita mengirim ratusan ton beras ke India yang sedang dilanda kelaparan. Apakah kita saat itu sudah kaya? Sama sekali tidak. Kita punya rasa senasib sepenanggungan sebagai negeri baru merdeka yang harus berjuang lalu tertimpa bencana. Kita pun pernah mengondisikan Pulau Galang bagi para pengungsi Vietnam ketika perang sipil terjadi di sana. Apakah kita saat itu tanda tangan Konvensi Pengungsi PBB? Belum, bahkan sampai saat ini memang belum. Tapi kita tetap membantu. Terhadap Palestina lebih lagi. Kita tidak pernah absen dalam menggerakkan solidaritas kepada Palestina dan itu menggema ke seluruh dunia.

Baca juga:  Sekte Akhir Zaman ini adalah Penyokong Utama Israel

Kita melakukan itu semua bukan karena kita sudah kaya. Tapi karena kita punya komitmen kemanusiaan yang dibangun di atas asas keadilan dan keadaban. Penindasan adalah ketidakadilan, maka kita bersolidaritas pada mereka yang tertindas. Kita yakin bahwa dunia harus ditegakkan dalam perdamaian abadi. Dan pondasi atas kedamaian itu ada pada keadilan. Maka, kita berpihak pada mereka yang diperlakukan secara tidak adil.

Mari kita bantu Rohingya sebagaimana kita telah konsisten membela Palestina, karena kita sama-sama manusia.

Avatar photo

Redaksi Santricendekia

Kirim tulisan ke santricendekia.com melalui email: redaksi@santricendekia.com

Tambahkan komentar

Tinggalkan komentar