Santri Cendekia

Cara Menjaga Keistiqamahan Pasca Ramadhan

Walaupun bulan Ramadhan telah berakhir, bukan berarti ibadah dan amal sholeh yang sudah dilakukan selama bulan Ramadhan juga berakhir.

Sebaliknya di bulan Syawal yang juga bermakna sebagai bulan peningkatan dapat menjadi pembuktian keistiqomahan seorang muslim, baik kualitas maupun kuantitas ibadah, jangan sampai mengalami degradasi. Bila tidak mampu meningkatkan, setidaknya mampu untuk mempertahankan.

إنَّ أَحَبَّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ

Sesungguhnya Allah SWT mencintai ibadah yang dilakukan terus menerus meskipun itu sedikit.

Keistiqomahan ini juga yang menjadikan beberapa sahabat Nabi begitu istimewa di hadapan umat muslim lainnya, dan tentu di hadapan Allah SWT.

Salah seorang sahabat Nabi bernama Abdullah bin Ummi Maktum, laki-laki yang tuna netra sejak lahir. Abdullah merupakan sepupu dari Khadijah binti Khuwailid, karena orang tua keduanya yang memiliki ikatan saudara kandung. Dan Abdullah bin Ummi Maktum juga merupakan sebab diturunkannya teguran bagi Rasulullah SAW, dalam surat Abasa (Q.S ke 80).

Suatu hari Abdullah menemui Rasulullah untuk meminta izin tidak melaksanakan sholat berjamaah di masjid, karena tidak ada orang yang menuntunnya. Namun Rasulullah menolak permohonan izin tersebut karena Abdullah masih mampu mendengarkan adzan, sehingga tidak ada keringanan baginya.

Sebagai seorang muslim yang patuh kepada keputusan Nabi, setiap adzan berkumandang, Abdullah tetap bersegera untuk memenuhi paanggilan sholat, sekalipun dengan langkah yang hati-hati, sambil meraba-raba.

Sampai pada waktu Abdullah sedang menuju masjid untuk melaksanakan sholat shubuh. Karena kondisi jalan penuh dengan bebatuan dan terjal, Abdullah terjatuh dengan kepala mengenai sebuah batu, menimbulkan sebuah luka yang mengeluarkan darah.

Namun Abdullah tetap melanjutkan perjalanan. Saat hendak kembali berjalan, ada seorang laki-laki yang membantu Abdullah, yang entah muncul dari mana. Dengan bantuan laki-laki itu, Abdullah sampai di masjid dengan selamat. Sejak saat itu, laki-laki ini selalu membantu Abdullah menuntunnya ke masjid dan juga mengantarkan kembali ke rumah.

Baca juga:  Khalifah Umar bin Khattab dan Penanggalan Islam

Karena hendak berterima kasih dan ingin mendoakan atas kebaikan yang dilakukan selama ini, Abdullah menanyakan identitas kepada laki-laki tersebut. Begitu terkejut seorang Abdullah bin Ummi Maktum, saat laki-laki itu memperkenalkan dirinya sebagai iblis. Merasa heran kenapa iblis membantu menuntunnya sholat, sedangkan tugasnya adalah menjerumuskan umat manusia.

Kemudian iblis menjawab, ingat kah wahai Abdullah saat dirimu sedang berjalan ke masjid dan terjatuh, aku mendengar malaikat mengatakan “Sungguh Allah SWT telah menghapuskan setengah dosamu”. Dan aku (iblis) setelah mendengar perkataan malaikat itu memutuskan untuk membantumu agar tidak terjatuh lagi, sehingga setengah dosamu yang lain tidak dihapus juga.

Buah istiqomah juga datang kepada Bilal bin Rabah. Ketika Nabi melakukan Isra’ Mi’raj, Nabi mendengar alas kaki Bilal berada di surga. Kelebihan ini diberikan Allah SWT kepada Bilal karena selama hidupnya, Bilal selalu menjaga wudhunya, sehingga tidak pernah dirinya berada dalam kondisi tidak berwudhu. Dan ketika wudhunya batal, Bilal kemudian kembali memperbarui wudhunya dan dilanjutkan dengan sholat sunnah dua rakaat.

Momen hari raya Idul Fitri selalui diartikan sebagai sebuah kemenangan, karena telah selesai perang melawan rasa lapar, rasa haus dan hawa nafsu di bulan Ramadhan selama satu bulan penuh. Selayaknya sebuah kemenangan, maka sudah sepatutnya untuk dipertahankan.

Mempertahankan keberhasilan di bulan Ramadhan dapat dilakukan dengan cara istiqomah beribadah dan beramal sholeh. Terdapat beberapa cara agar umat muslim tetap istiqomah di luar bulan Ramadhan:

  1. Puasa 6 hari di bulan Syawal pahalanya seperti puasa setahun penuh, Rasululah SAW bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ، ثُمَّ أَتْبَعَهُ بِسِتٍّ مِنْ شَوَّالٍ، فَكَأَنَّمَا صَامَ الدَّهْر

Artinya: “Barangsiapa yang berpuasa (di bulan) Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan (puasa sunnah) enam hari di bulan Syawal, maka (dia akan mendapatkan pahala) seperti puasa setahun penuh.” (H.R Muslim)

Baca juga:  Tanggapan untuk Artikel IBTimes: Perempuan Jadi Imam Shalat Tarawih, Bagaimana Hukumnya?

Setelah selesai puasa 6 hari di bulan syawal, dilanjutkan dengan puasa sunnah lainnya, seperti puasa senin dan kamis, puasa Daud, puasa ayyamul bidh (puasa tiga hari di tengah bulan).

  1. Mencari lingkungan dan teman-teman yang baik, karena lingkungan yang baik akan mendukung kita untuk melakukan ibadah. Setidaknya kita selalu berusaha untuk dekat dengan masjid. Sebab dekat dengan masjid akan membuat kita rindu dengan ibadah.
  2. Banyak berdoa kepada Allah, kita berdoa agar diberi kekuatan dan keistiqomahan dalam ibadah. Diantara doa yang bisa kita baca adalah doa yang sering Rasulullah SAW panjatkan:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ

Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (H.R Tirmidzi)

  1. Pilihlah amalan harian yang mampu kita kerjakan secara istiqomah, dan mulai membiasakan diri dengan amalan itu sebagai rutinitas. Diantaranya adalah sholat malam, sholat dhuha, membaca Al-Qur’an, berjamaah di masjid, bersedekah, menjaga wudhu, mengucapkan istighfar.
  2. Mengingat kematian masih menjadi salah satu cara yang efektif mengingatkan umat muslim agar menyiapkan banyak bekal di akhirat. Agar tidak termasuk orang-orang yang menyesal karena selama hidupnya hanya memenuhi kesenangan dunia dan meninggalkan ibadahnya.

حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ ٱلْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ٱرْجِعُونِ لَعَلِّىٓ أَعْمَلُ صَٰلِحًا فِيمَا تَرَكْتُ

Artinya: “Sampai apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, Ya Tuhanku kembalikanlah aku. Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.” (Al-Mukminun: 99-100)

Semoga kita termasuk orang-orang yang istiqomah dalam melakukan ibadah dan amal sholeh.

Muhammad Hasnan Nahar

Dosen Prodi Ilmu Hadis FAI UAD dan Ketua DPD IMM DIY

Add comment

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: