Santri Cendekia

Cinta Ramadhan 03: Pintu Langit, Pintu Jahannam, dan Syetan Terbelenggu

 

حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنِي اللَّيْثُ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ أَبِي أَنَسٍ مَوْلَى التَّيْمِيِّينَ أَنَّ أَبَاهُ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِي

 

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair berkata, telah menceritakan kepada saya Al Laits dari ‘Uqail dari Ibnu Syihab berkata, telah mengabarkan kepada saya Ibnu Abu Anas, maulanya at-Taymiyyiin bahwa bapaknya menceritakan kepadanya bahwa dia mendengar Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila bulan Ramadhah datang, maka pintu-pintu langit dibuka sedangkan pintu-pintu jahannam ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu”.

 

Hadis ini diriwayatkan dua imam besar dalam bidang hadis, Imam Bukhari no. 1766 dan Imam Muslim no. 1793.

 

Isi hadis ini memberikan tiga informasi penting; dibukanya pintu-pintu langit -pintu surga-, ditutupnya pintu-pintu jahannam, dan dibelenggunya para Syetan.

 

Para dai, Ustadz, kiayi, dan Muballigh lainnya seringkali membawakan hadis ini sebagai bahan ceramah. Sembari menjelaskan dengan detil tiga poin tersebut.

 

Poin pertama, pintu langit terbuka. Artinya setiap amalan apapun, dinilai sebagai ibadah. Bahkan, tidurpun dinilai ibadah selama diniatkan untuk mempersiapkan ibadah yg lain. Semisal, taraweh, tilawah, qiyam lail, dan sahur. Kebaikkan apapun diberi nilai pahala, mulai dari senyum yg menyegarkan pandangan kpd orang lain sampai memberi makan orang-orang yg berbuka.

 

Artinya, Ramadhan dijadikan momen memperbanyak pahala. Dgn berbagai aktivitas dan amalannya. Selama setiap kebaikkan yg dilakukan diniatkan untuk beribadah lillahi ta’ala.

 

Poin kedua, pintu jahannam tertutup. Mengisyaratkan tiada jalan bagi manusia untuk berbuat maksiat. Bahkan, Allah swt menjanjikan menghapus dosa yg telah lalu, dengan syarat berpuasa dan menghidupkan Ramadhan dgn penuh keimanan. Artinya, dosa-dosa yg dapat menyeret kita ke pintu neraka terhapus dgn syarat tersebut.

Baca juga:  Akhlak Rasulullah Terhadap Penyintas Kejahatan Seksual

 

Poin ketiga, syetan dibelenggu. Yg terkadang jadi pertanyaan adalah bagaimana syetan dibelenggu, sementara maksiat di bulan Ramdhan kerap kali terjadi. Para ulama menjelaskan, yg dibelenggu adalah syetan-syetan dari golongan jin. Sedangkan yg bermaksiat adalah syetan-syetan dari golongan manusia. Manusia juga bisa jadi syetan. Dan syetan inilah yg terus berbuat kemaksiatan meski ada di bulan Ramadhan.

 

Nampaknya, syetan telah berhasil melakukan misinya dgn menjauhkan manusia dari Rabbnya. Setelah menggoda selama sebelas bulan. Bisa jadi, syetan dari golongan jin itu tdk khawatir meski terbelenggu. Atau justru pembelengguan syetan ini justru ajang istirahat baginya.

 

Tiga poin itu semestinya menjadi cambuk semangat agar makin getol ibadah, dalam rangka menuju pintu surga yg terbuka.

 

Wallahu A’lam

Cecep Supriadi

Pembangun Komunitas Halal Mart HPAI: Penyedia dan Pemasar Produk Halal Berkualitas

Add comment

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: