Santri Cendekia
Home » Cinta Ramadhan 09: Berbuka Dengan Kurma

Cinta Ramadhan 09: Berbuka Dengan Kurma

 

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ عَنْ عَاصِمٍ الْأَحْوَلِ عَنْ حَفْصَةَ بِنْتِ سِيرِينَ عَنْ الرَّبَابِ عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ عَمِّهَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ صَائِمًا فَلْيُفْطِرْ عَلَى التَّمْرِ فَإِنْ لَمْ يَجِدْ التَّمْرَ فَعَلَى الْمَاءِ فَإِنَّ الْمَاءَ طَهُورٌ

 

Telah menceritakan kepada kami Musaddad, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid bin Ziyad dari ‘Ashim Al Ahwal, dari Hafshah binti Sirin dari Ar Rabab dari Salman bin ‘Amir yang merupakan pamannya, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila salah seorang diantara kalian sedang berpuasa, maka hendaknya ia berbuka dengan kurma, apabila ia tidak mendapatkan kurma hendaknya dengan air, karena sesungguhnya air dapat membersihkan”.

 

Hadis ini diriwayatkan Imam Abu Dawud dalam Sunannya dengan nomor hadis 2008 versi Lidwa.

 

Pesan hadis ini anjuran berbuka dengan kurma dan air.

 

Luar biasa kurma ini, setelah menjadi anjuran bersahur, kurma juga dianjurkan sebagai menu berbuka.

 

Dalam dunia kesehatan, orang yang berbuka dianjurkan untuk mengkonsumsi gula sebagai sumber energi yang dibutuhkan tubuh. Gula dapat mengembalikan energi yang mulai menipis setelah seharian berpuasa. Dari sinilah dikenal slogan buka puasa “Berbukalah dgn yang manis-manis”.

 

Dari pemahaman ini munculan berbagai varian menu berbuka yang kebanyakan manis. Kolak, es buah, dan banyak lainnya yang disiapkan dan rasanya manis. Nampaknya, informasi berbuka dengan yang manis belum utuh. Sehingga ada kesalahan dalam memahami makanan manis yang dimaksud.

 

Semua gula manis, tubuh butuh asupan gula. Namun tidak semua gula baik buat tubuh. Hanya gula-gula tertentu yang dibutuhkan. Gula alami baik buat tubuh. Yang berbahaya adalah gula buatan; gula sintetis.

Baca juga:  Talak Ustaz Abdu Somad: Pintu Masuk Evolusi Hukum Perceraian dari Makruh Menjadi Mubah?

 

Dalam ilmu gizi, gula terdapat beberapa jenis; glukosa, sukrosa, galaktosa, fruktosa dll. Jenis gula-gula ini sangat dibutuhkan untuk mengganti energi yang berkurang. Namun, jika kebanyakan, gula tidak terproses dengan optimal.

 

Fruktosa dan gula alami lainnya merupakan gula yang sangat dibutuhkan, terdapat pada buah-buahan. Fruktosa dibutuhkan tubuh terutama saat berbuka. Artinya, berbuka dianjurkan dengan buah-buahan. Kurma termasuk jenis buah. Maka, berbuka sangat baik dengan kurma.

 

Selain karena kandungan gula, dalam kurma juga terdapat serat. Serat dibutuhkan saluran pencernaan untuk mempermudah proses cerna. Serat terdapat pada buah dan sayur.

 

Cukup tiga butir kurma ketika berbuka, kebutuhan gula alami kita terpenuhi. Maa Syaa Allah.. Tiada syariat yang merugikan. Meski hanya berupa anjuran, namun berbuka dengan kurma sangat menyehatkan.

 

Wallahu A’lam.

Cecep Supriadi

Pembangun Komunitas Halal Mart HPAI: Penyedia dan Pemasar Produk Halal Berkualitas

Tambahkan komentar

Tinggalkan komentar