Santri Cendekia
Home » Cinta Ramadhan 10: Segerakan Berbuka, Segerakan Sholat

Cinta Ramadhan 10: Segerakan Berbuka, Segerakan Sholat

 

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ أَبِي عَطِيَّةَ قَالَ

دَخَلْتُ عَلَى عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَا وَمَسْرُوقٌ فَقُلْنَا يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ رَجُلَانِ مِنْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَدُهُمَا يُعَجِّلُ الْإِفْطَارَ وَيُعَجِّلُ الصَّلَاةَ وَالْآخَرُ يُؤَخِّرُ الْإِفْطَارَ وَيُؤَخِّرُ الصَّلَاةَ قَالَتْ أَيُّهُمَا يُعَجِّلُ الْإِفْطَارَ وَيُعَجِّلُ الصَّلَاةَ قُلْنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَتْ كَذَلِكَ كَانَ يَصْنَعُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Telah menceritakan kepada kami Musaddad, telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah, dari Al A’masy, dari ‘Umarah bin ‘Umair dari Abu ‘Athiyyah, ia berkata; aku menemui Aisyah radliallahu ‘anhu bersama dengan Masruq, lalu kami katakana; wahai Ummul mukminin, ada dua orang sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, salah seorang diantara mereka menyegerakan berbuka dan menyegerakan shalat, sedangkan yang lain menunda berbuka dan menunda shalat. Aisyah berkata; siapakah diantara mereka berdua yang menyegerakan berbuka dan menyegerakan shalat? Kami katakan; Abdullah. Ia berkata; demikianlah dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan.

 

Hadis riwayat Imam Abu Dawud nomor 2007.

 

Pesan dari hadis ini, agar senantiasa menyegerakan berbuka dan menyegerakan sholat.

 

Dalam Islam leha-leha atau menunda-nunda sangat tidak dianjurkan. Terutama hal yang terkait dengan ibadah, baik mahdhoh ataupun ghairu mahdhoh; ibadah individual maupun ibadah sosial.

 

Saat ini, umat Islam lebih disibukKan dengan melengkapi menu berbuka. Berbagai macam varian makanan tersaji, dan siap digarap. Mulai dari makanan anjuran Nabi; kurma, sampai makan berat berupa nasi dan lauk pauknya, gorengan, es buah, dan lainnya. Tentu ini membutuhkan banyak waktu untuk menikmatinya.

 

Nabi sadar akan hal ini, maka beliau mencontohkan agar berbuka ala kadarnya dan bersegera menunaikan sholat. Adapun menikmati makanan yang banyak itu bisa dilakukan selepas sholat.

Baca juga:  Memahami Relasi Agama dan Sains melalui Kisah Penyerbukan Kurma

 

Terlepas dari itu, sebenarnya segelas air dan tiga butir kurma cukup untuk menuntaskan dahaga dan menambah energi. Dalam bulan Ramadhan, stamina dan keadaan perut perlu disesuaikan. Betapa banyak ummat yang “tidak mampu” sholat tarawih karena perut terlalu kenyang. Ataupun tidak dapat bangun malam, karena tidur terlalu terlelap.

 

Tidak mampu tarawih dan tidur terlalu lelap, bisa jadi karena keadaan perut terlalu full. Umar bin Khattab pernah menegur orang yang perutnya penuh berisi makanan. Yang menyebabkan sukar bangun malam dan malas beribadah.

 

Sejatinya, Ramadhan ajang memperbaiki diri, baik fisik maupun psikis, ruhani maupun jasmani. Jasmani diperbaiki dengan berpuasa dan menjaga asupan makan. Ruhani diperbaiki dengan meningkatkan aktivitas ibadah.

 

Segeralah berbuka dan segeralah sholat. Maka, mulut akan terjaga, perut dapat lebih sehat. Dan sholat tidak terlambat, ataupun tidak tergesa-gesa.

 

Wallahu A’lam.

Cecep Supriadi

Pembangun Komunitas Halal Mart HPAI: Penyedia dan Pemasar Produk Halal Berkualitas

Tambahkan komentar

Tinggalkan komentar