Santri Cendekia
Home » Cinta Ramadhan 16: Zakat itu…

Cinta Ramadhan 16: Zakat itu…

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحِيمِ حَدَّثَنَا عَفَّانُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدِ بْنِ حَيَّانَ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ

أَنَّ أَعْرَابِيًّا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ إِذَا عَمِلْتُهُ دَخَلْتُ الْجَنَّةَ قَالَ تَعْبُدُ اللَّهَ لَا تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمُ الصَّلَاةَ الْمَكْتُوبَةَ وَتُؤَدِّي الزَّكَاةَ الْمَفْرُوضَةَ وَتَصُومُ رَمَضَان

 

Telah menceritakan kepada saya Muhammad bin ‘Abdur Rahim telah menceritakan kepada kami ‘Affan bin Muslim telah menceritakan kepada kami Wuhaib dari Yahya bin Sa’id bin Hayyan dari Abu Zur’ah dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu; Ada seorang Arab Badui menemui Nabi Shallallahu’alaihiwasallam lalu berkata,: “Tunjukkan kepadaku suatu amal yang bila aku kerjakan akan memasukkan aku kedalam surga”. Nabi Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Kamu menyembah Allah dengan tidak menyekutukanNya dengan suatu apapun, kamu mendirikan shalat yang diwajibkan, kamu tunaikan zakat yang wajib, kamu mengerjakan shaum (puasa) bulan Ramadhan.

 

Hadis ini dinarasikan Imam Bukhari dalam Shahihnya, kitab Zakat nomor 1310.

 

Pesan yang dapat disarikan dari hadis ini; amalan yang dapat memasukkan seseorang kedalam syurga. Yaitu; (i) Mengabdi kepada Allah swt, (ii) tidak menyekutukan-Nya dengan apapun, (iii) mendirikan shalat, (iv) berzakat, (v) berpuasa Ramadhan.

 

Bulan Ramadhan adalah bulan ibadah. Ladang pahala bagi setiap hamba yang beraktivitas penuh kebaikkan sepanjang harinya. Kebaikkan apapun dijanjikan ganjaran sepuluh kali lipat.

 

Selain kewajiban berpuasa dan shalat, di bulan Ramadhan juga ada satu kewajiban tahunan yang mesti ditunaikan, zakat. Baik itu zakat fitri ataupun zakat mal.

 

Zakat fitri melekat pada setiap orang. Orang tua renta maupun bayi yang baru terlahir ke dunia pada malam takbir sekalipun, wajib berzakat. Ditunaikan awal Ramadhan diperbolehkan, diakhir juga boleh, malam takbir boleh, sebelum shalat id boleh, setelah shalat sebaiknya jangan.

Baca juga:  Benarkah Syaikhul Islam Sirajuddin Al-Bulqini Membolehkan Tahniah Atas Hari Raya Keagamaaan Non-Muslim?

 

Sejatinya, zakat fitri agar para mustahiq ikut merasakan suka cita lebaran. Idul Fitri yang bermakna Hari Raya Berbuka mengharuskan setiap muslim untuk menikmati hidangan yang tersedia. Setelah sebulan penuh berpuasa, maka pada hari Id, haram berpuasa. Dengan zakat, para fuqara dan masakin, serta para asnaf lainnya juga ikut menikmati hidangan hari raya.

 

Jika shaum itu benteng/perisai yang dapat menjaga orang yang berpuasa itu dari berbagai kerusakan dan penyakit, maka zakat itu berfungsi sebagai pembersih diri dan juga harta. Bahkan, dalam sebuah riwayat puasa seseorang menggantung di antara langit dan bumi sampai dia menunaikan zakat.

 

Zakat merupakan ibadah individual yang sangat berarti dalam membangun tatanan kehidupan sosial. Bahkan, potensi zakat mal menurut beberapa Laziz mencapai Rp.200 triliyun. Angka yang fantastis. Dengan dana zakat ini tentu peradaban yang diidamkan dapat tercapai.

 

Namun sekali lagi, zakat fitri kewajiban yang melekat pada setiap individu muslim, sedangkan zakat mal terkhusus hanya yang telah mencapai nishab. Untuk zakat fitri sebaiknya dititipkan di pengurus DKM Mesjid tempat kita tinggal, agar pembagian kepada Mustahiq merata dan masing-masing mendapat haknya. Adapun untuk zakat mal, sebaiknya dititipkan di Lembaga Amil Zakat (LAZ/LAZIS) yang memang secara khusus mengurusi zakat. Agar zakat yang ditunaikan menjadi produktif dan dapat diberdayakan semaksimal mungkin.

 

Pada akhirnya, peradaban Islam dapat terbangun dimulai dengan kesadaran berzakat.

 

Wallahu A’lam

Cecep Supriadi

Pembangun Komunitas Halal Mart HPAI: Penyedia dan Pemasar Produk Halal Berkualitas

Tambahkan komentar

Tinggalkan komentar