Santri Cendekia

Cinta Ramadhan 19: Silaturahmi Connecting People

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ الْأَعْمَشِ وَالْحَسَنِ بْنِ عَمْرٍو وَفِطْرٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ سُفْيَانُ لَمْ يَرْفَعْهُ الْأَعْمَشُ

إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَفَعَهُ حَسَنٌ وَفِطْرٌ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ وَلَكِنْ الْوَاصِلُ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا

 

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Al A’masy, Hasan bin ‘Amru dan Fithr dari Mujahid dari Abdullah bin ‘Amru, Sufyan mengatakan; Namun Al A’masy tidak merafa’kannya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, sedangkan Hasan dan Fithr merafa’kannya (menyambungkannya) kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Orang yang menyambung silaturrahmi bukanlah orang yang memenuhi (kebutuhan) akan tetapi orang yang menyambung silaturrahmi adalah orang yang menyambungnya kembali ketika tali silaturrahmi itu sempat terputus.”

 

Hadis ini dinarasikan Bukhari dal shahihnya, Kitab Adab dengan nomor hadis 5532.

 

Pesan yang dapat disarikan dari hadis ini; (i) bahwa yang disebut dengan orang yang bersilaturahmi adalah penyambung silaturahmi yang sempat terputus, (ii) bukan orang yang memenuhi kebutuhan.

 

Dalam interaksi sosial kemasyarakatan, acap kali terjadi benturan. Yang biasanya terjadi karena perbedaan; baik perbedaan pendapat ini yang biasanya terjadi, perbedaan ormas, perbedaan madzhab, ataupun lainnya.

 

Tak jarang, benturan tersebut menjadi permusuhan, yang pada akhirnya memutus tali silaturahmi. Bahkan, ada yang sampai bertahun-tahun terputus, karena memang satu sama lainnya tidak saling mengunjungi.

 

Nabi saw dalam sebuah riwayat menegaskan bahwa orang yang memutus silaturhami tidak akan masuk syurga. Artinya, tidak ada pilihan lain selain neraka. Neraka menjadi tempat bagi mereka yang memutus tali silaturahmi.

Baca juga:  6 Hadis Dha'if yang Populer tentang Keutamaan Menuntut Ilmu

 

Seyogyanya setiap kita menginsyafi diri. Bahwa kita makhluk sosial, yang sudah semestinya berinteraksi satu sama lainnya. Meski ada benturan, saling memaafkan itu hal yang baik. Nabi SAW melarang kita mendiamkan saudara selama tiga malam, tentu sangat melarang memutus hubungan.

 

Momen Romadhan nampaknya pas untuk saling berkunjung, saling bersilaturahmi. Memang bersilaturahmi tidak mengenal batas waktu, atau waktu khusus. Namun, memanfaatkan Ramadhan nampaknya dapat menjadi pilihan.

 

Apalagi, Idul Fithri: Hari Raya Berbuka. Di Indonesia khususnya terkenal dengan tradisi Halal Bi Halal. Yaitu, tradisi saling memaafkan dan saling menyambung tali silaturahmi yang mungkin sempat putus. Silaturahmi itu connecting people.

 

Tradisi ini sangat baik, meski begitu, segera saja bersilaturahmi sekarang juga tanpa menunggu lebaran. Rajut kembali tali hubungan itu. Saling memaafkan bila ada kesalahan. Saling mendo’akan dalam kebaikkan. Semoga Allah swt memasukkan kita kedalam golongan orang-orang ahli kebaikkan dan yang senantiasa bertaubat dan yang mau memaafkan.

 

Wallahu A’lam

Cecep Supriadi

Pembangun Komunitas Halal Mart HPAI: Penyedia dan Pemasar Produk Halal Berkualitas

Add comment

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: