Santri Cendekia
Home » Cinta Ramadhan 20: Sebarkan Salam!

Cinta Ramadhan 20: Sebarkan Salam!

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ قَالَ حَدَّثَنِي يَزِيدُ عَنْ أَبِي الْخَيْرِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو

أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْإِسْلَامِ خَيْرٌ قَالَ تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَعَلَى مَنْ لَمْ تَعْرِفْ

 

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf telah menceritakan kepada kami Al Laits dia berkata; telah menceritakan kepadaku Yazid dari Abu Al Khair dari Abdullah bin ‘Amru bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam; “Islam bagaimanakah yang baik?” beliau menjawab: “Kamu memberi makan, menebarkan salam baik terhadap orang yang kamu kenal maupun terhadap orang yang tidak kamu kenal.”

 

Hadis ini diriwayatkan Imam Bukhari dalam Shahihnya Kitab al-Isti’dzan, dengan nomor hadis 5767.

 

Pesan yang dapat disarikan dari hadis ini: Islam yang baik itu; (i) memberi makan, dan (ii) menebarkan salam, kepada yang kenal maupun tidak dikenal.

 

Dalam Islam dikenal dua hubungan makhluk; makhluk dengan khalik, dan makhuk dengan makhluk lainnya. Kedua hubungan ini adalah ibadah. Keduanya tidak dapat dinafikan salah satunya, apalagi dinafikan keduanya. Kedua hubungan ini harus berjalan dengan baik. Dan diupayakan tanpa cacat.

 

Ibadah yang menghubungkan makhluk dengan khalik disebut ibadah individual. Yang meliputi ibadah harian seperti Shalat; wajib maupun sunnah/nafilah, Puasa, tilawah Al-Qur’an, dll. Juga ibadah pekanan, seperti Puasa mingguan dan Shalat Jum’at. Atau ibadah tahunan, seperti Puasa Ramadhan dan Qurban.

 

Selain ibadah individual, adapula ibadah sosial. Ibadah yang menghubungkan makhluk dengan makhluk lainnya. Prakteknya banyak sekali, seperti saling berkunjung, saling membantu dalam kebaikkan, saling tolong menolong dalam keta’atan, saling menyayangi, memberi pinjaman, bermua’malah, jual beli, dan lain sebagainya.

Baca juga:  Layangan Putus, Monogami, dan Keluarga Sakinah

 

Dalam hadis di atas, Nabi SAW mencontohkan beberapa ibadah sosial. Diantaranya memberi makan dan menyebarkan salam.  Memberi makan yang kelaparan berpahala sangat besar. Karena dia dapat menyelamatkan eksistensi kehidupan seseorang. Sesiapa yang menyelamatkan dan menjaga kehidupan satu orang, maka seakan dia menjaga kehidupan seluruh manusia. Sebaliknya, membunuh satu orang, seakan membunuh semua orang. Artinya, membiarkan orang lain mati kelaparan sedangkan kita mengetahui dia kelaparan, bisa jadi tanpa sadar kita yang membunuhnya.

 

Nabi sangat tegas untuk hal ini. Bahkan beliau melarang ummatnya untuk tidur dalam keadaan kenyang, sementara tetangganya terjaga karena kelaparan.

 

Selain, memberi makan, menyebarkan salam juga diantara ibadah sosial yang sangat baik. Menyebarkan salam tidak hanya terbatas pada ucapan salam “Assalamu ‘alaikum” ketika bertemu seseorang. Namun maknanya lebih luas dari itu. Menyebarkan salam dapat berarti menyebarkan kedamaian. Dan ini lebih lengkap dari sekedar mengucapkan salam.

 

Islam agama penuh kedamaian. Dan ini sesuai dengan makna Islam itu sendiri. Seorang muslim, sebagaimana yang disabdakan Nabi Saw, hendaknya menyebarkan kedamaian dimanapun berada. Kapanpun dan kepada siapapun. Baik yang dikenal maupun yang belum dikenal.

 

Baik kepada sesama manusia. Ataupun kepada makhluk lainnya, hewan, bintang ternak, tumbuh-tumbuhan, dan lain sebagainya. Menyebarkan kedamaian kepada hewan dapat berupa memberi makan dan minum, tidak mengusirnya, dan tidak membunuhnya, kecuali membahayakan. Kedamaian kepada tetumbuhan, menjaganya dengan baik, merawat, tidak merusak, dan senantiasa menjaga eksistensinya.

 

Manusia secara kodrat hidup bersosial. Maka, perlu ditumbuhkan karakteristik hidup sosial yang baik. Diantranya dengan menyebarkan kedamaian kepada semua penduduk bumi. Dalam sebuah riwayat disebutkan “Irhamu man fil-Ardhi, yarhamukum man fis- Samai, sayangi yang di bumi, yang dilangit menyayangimu”.

Baca juga:  [Jurnal] Matn Criticism and Its Role In The Evaluation of Hadith Authenticity

Saling menyayangi adalah bentuk ibadah sosial, dan juga upaya menyebarkan kedamaian.

 

Semoga kita diantara manusia yang senantiasa hidup dalam kedamaian. Dan senantiasa menyebarkan kedamaian.

 

“Rodhitu billahi Rabba, wa bil Islami diina, wa bi Muhammadin Nabiyya wa Rasula”

 

Wallahu A’lam

Cecep Supriadi

Pembangun Komunitas Halal Mart HPAI: Penyedia dan Pemasar Produk Halal Berkualitas

Tambahkan komentar

Tinggalkan komentar