Santri Cendekia

Cinta Ramadhan 25: Sedekah Yang Baik

حَدَّثَنَا عَبْدَانُ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ يُونُسَ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُ الصَّدَقَةِ مَا كَانَ عَنْ ظَهْرِ غِنًى وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ

 

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdan telah mengabarkan kepada kami ‘Abdullah dari Yunus dari Az Zuhriy berkata, telah mengabarkan kepada saya Sa’id bin Al Musayyab bahwa dia mendengar Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu’alaihiwasallam berkata,: “Shadaqah yang paling baik adalah dari orang yang sudah cukup (untuk kebutuhan dirinya). Maka mulailah untuk orang-orang yang menjadi tanggunganmu”.

 

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Shahihnya, Kitab Al-Zakat, Bab La Shadaqo illa ‘an Zhahri Ghaniyy, dengan nomor hadis 1337.

 

Pesan yang dapat disarikan dari hadis ini, Sedekah terbaik adalah (i) dari orang kaya (telah cukup kebutuhannya), dan (ii) dimulai dari orang-orang yang menjadi tanggungan.

 

Ramadhan bulan penuh berkah dengan lipatan pahala kebaikkan. Berbagai riwayat tentang Ramadhan menjadikan bulan ini sangat istimewa. Namun demikian, bulan Ramadhan segera pergi. Maka, sudah sepatutnya saat ini, benar-benar kita memanfaatkannya sebaik mungkin. Dengan amalan terbaik. Dan dengan kebaikkan yang penuh manfaat.

 

Diantara kebaikan yang penuh manfaat ialah sedekah. Sedekah merupakan infak sunnah yang sangat dianjurkan. Meski berstatus sunnah, namun di bulan Ramadhan, pahalanya sama dengan pahala wajib.

 

Berbagi sedekah artinya berbagi kebaikkan. Sedekah diperuntukan bagi mereka yang kurang mampu. Nabi Saw mengajarkan agar memberikan sedekah kepada yang menjadi tanggungan si pemberi sedekah.

 

Artinya, keluarga lebih diutamakan mendapat sedekah, sebagai tanggungan seseorang. Sedekah suami kepada Istri. Anak kepada orang tua. Sedekah saudara kepada saudara yang lainnya. Sepupu dengan sepupu. Serta, tetangga dengan tetangga.

Baca juga:  Cinta Ramadhan 09: Berbuka Dengan Kurma

 

Sedekah berbeda dengan hadiah. Hadiah bisa diberikan dari siapa saja kepada siapa saja. Yang kaya boleh mendapat hadiah atau memberi hadiah. Yang miskin juga, boleh mendapat hadiah atau memberi hadiah.

 

Adapun sedekah, dari yang kaya kepada yang miskin dan menjadi tanggungan. Orang kaya yang menanggung yang miskin. Tidak mungkin sebaliknya. Kategori kaya dalam hadis tersebut di atas, tercukupinya kebutuhan dirinya dan keluarganya, baru dia dapat bersedekah.

 

Khususnya Ramadhan ini. Memperbanyak sedekah sangat dianjurkan. Selain zakat yang wajib, sedekah yang sunnah juga dapat meringankan beban mereka yang dhuafa.

 

Ringkasnya, cukupkan dirimu, lalu bersedekahlah. Cukupkan dirimu, baru cukupkan kebutuhan orang lain. Ambil secukupnya dari Harta Allah yang dititipkan kepada kita, berikan sisanya kepada hamba Allah yang lain.

 

Wallahu A’lam

Cecep Supriadi

Pembangun Komunitas Halal Mart HPAI: Penyedia dan Pemasar Produk Halal Berkualitas

Add comment

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: