Santri Cendekia

Hubungan Taqiyah dan Islamophobia

kerjaan orang Islamophobia

Istilah Islamophobia diketahui pertama kali digukan oleh Alphonse Étienne Dinet dan Sliman ben Ibrahim di dalam sebuah buku biografi Nabi Muhammad berbahasa Prancis yang terbit tahun 1918. Istilah ini mendapatkan elaborasi yang lebih jauh di dalam laporan Runnymede Trust pada tahun 1997. Laporan tersebut menggambarkan adanya sikap antipati, benci, dan pada tahap tertentu takut yang tidak rasional kepada agama Islam dan komunitas Muslim di kalangan masyarakat Inggris. Ketakutan tak beralasan itu melahirkan tindakan diskriminasi dan perlakuan buruk lainnya kepada orang-orang Islam, khususnya mereka yang bermukim di negri-negri barat. 

Dampak dari Islamophobia di Barat tidaklah main-main, nyawa muslim tak berdosa adalah harga yang harus dibayarkan. Sederet nama para martir yang jadi korban bisa kita sebut. Mulai dari Marwa Al-Sherbini yang meninggal ditikam dalam keadaan hamil sebab jilbabnya di Jerman hingga tiga mahasiswa muslim yang ditembak mati di Chapel Hill, yang terjadi awal tahun ini. Sunggu sebuah penyakit sosial yang menakutkan, lalu apa hubungannya dengan taqiyah? Berikut akan kita bahas.
Tidak semua orang Barat mengidap penyakti ini. Banyak dari mereka yang menyadari betul kesalahan fatal di balik generalisasi bahwa setiap muslim adalah teroris. Namun demikian, elemen-elemen anti Islam tidak lelah-lelahnya membesar-besarkan api Islamophobia. Mereka menempuh segala cara, salah satu yang kerap menjadi senajata para Islamophob adalah propoganda tentang  taqiyah.  Seperti yang telah kita ketahui, taqiyah adalah doktrin Syiah yang membolehkan berbohong demi menutupi identitas kesyiahan. Ketika mendapati adanya ajaran ini, kaum anti Islam sangat senang. Mereka menjadikannya sebagai dalih bahwa setiap pembelaan yang diberikan oleh ulama-ulama dan para tokoh Muslim di Barat hanyalah taqiyah. Parahnya, mereka tidak mau tahu tentang perbedaan Sunni dan Syiah. Mereka secara serampangan menuduh setiap muslim yang berbuat baik sesungguhnya sedang bertaqiyah. 
Progpoganda taqiyah menjadi salah satu duri penghalang bagi para ulama di Barat. setiap mereka mencoba menyajikan kecantikan Islam, kaum Islamophob akan berteriak “he is practising taqiya”. Ulama kenamaan di Barat yang sempat mengalaminya adalah Syaikh Hamza Yusuf dan Dr. Tim Winter. Syaikh Hamza, muallaf yang belajar Islam langsung kepada ulama-ulama Syinqit ini mengeluhkan propoganda taqiyah telah membuatnya dan Dr. Tim Winter kerepotan. Ketika itu, Dr. Winter dipojokan sebab dituding mengeluarkan pernyataan yang mengancam kelompok masyarakat tertentu. 

Baca juga:  Tanggap Corona; Saatnya Kas Masjid Dikosongkan!

Ketika Syaikh Hamza dan Dr. Winter hendak memberikan klarifiaksi untuk menjernihkan persoalan, keduanya langsung dituding sedang bertaqiyah. Padahal kedua tokoh ini adalah ulama Ahlussunnah. Dengan merujuk kepada Imam al-Juwaini, akhirnya Syaikh Hamza menuliskan artikel khusus di situs pribadinya bahwa berdusta ala taqiyah adalah kebiasaan Syiah, bukan Ahlussunnah. Beliau menjelaskan di dalam situs resminya ;

Unfortunately, some critics and many troll commentators have suggested that Dr. Winter is practicing “taqiyyah,” a word now entering the Western vocabulary as Islamophobes increasingly promote it to insinuate that Muslims represent a “fifth column” of subversive quislings hell-bent on putting every pig farmer in the West out of business and forever banishing pork rinds from convenience stores. But, as the above-mentioned quote of Imam al-Juwayni shows, while taqiyyah is practiced by a small minority of sectarian Muslims, it is not in any way part of the Sunni tradition that Dr. Winter adheres to…

 
Entahlah apakah kelompok anti-Islam mau menerima penjelasan tersebut, yang pasti hingga detik ini kita masih bisa membaca propoganda taqiya di situs-situs mereka. 

contoh propoganda Islamophob yg pake senjata taqiyah

Akhirnya, Islamophobia adalah cobaan berat yang harus dialami terutama oleh saudara-saudara muslim kita di Barat sana. Cobaan ini diperberat oleh propoganda taqiyah. Kaum anti-Islam sering menjadikannya dalih untuk mementahkan semua penjelasan komunitas muslim di Barat. Sungguh, taqiyah tidak mendatangkan apa-apa kecauli keburukan

*tulisan ini juga dimuat di kiblat.net, disalin kesini karena iseng aja, hehe, untuk dakwah insya allah. 

Ayub

Mengejar impian sederhana, menjadi pecinta semesta.

Add comment

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: