Santri Cendekia
Home » Ibnu Sina, Seorang Dokter Cinta

Ibnu Sina, Seorang Dokter Cinta

Ibnu Sina, ilmuwan luar biasa yang juga ternyata dokter cinta..
dok, obati admin dong..

Ya kawan, ini memang Ibnu Sina yang itu. Dokter agung yang lahir dari tradisi ilmiah dunia Islam. Kitabnya al-Qanun, atau Kanon of Avicenna menjadi refernsi wajib bagi universitas universitas di Timur dan Barat selama berabad abad. Betul, ia adalah sosok cendikiawan multi keahlian, berpengetahuan ensiklopedis. Ia yang oleh lidah Eropa dipanggil Avicenna.

Dokter cinta?.. Betul, Ibnu Sina sebagai dokter dengan latar belakang pengetahuan sufistik, tahu persis bahwa terkadang penyakit fisik hanyalah ekses akhir dari sakit pada rohani seseorang. Sakit di Ruh, disebabkan banyak hal. Salah satunya meski bukan satu satunya, namun paling sering jdi biang kerok adalah cinta. Cinta itu indah, tapi ia juga bisa menjadi begitu mengerikan. Terutama bila ia mulai mencari alternative media selain lidah yang terlalu kelu untuk mengungkapnya (tsaaahh).


Alkisah, kesultanan yang melindungi Ibnu Sina jatuh. Sultannya takluk, kerajaannya menjadi milik musuh. Ibnu Sina akhirnya mengungsi bersama beberapa kawannya sesama ilmuwan.

 

Setelah perjalanan panjang nan melelah letihkan, beliaupun sampai di Kesultanan Islam yang lain. Ketika beliau sampai di kesultanan itu, masalah pelik tengah melanda keluarga sultannya. Sang putra mahkota sakit keras, semua tabib kerajaan bahkan dari luar kerajaan telah didatangkan ke istana untuk mengobatinya, tapi hasilnya nihil. Maka ketika berita tentang kedatangan sang dokter masyhur, keluarga sultanpun girang bukan main. Mungkin Ibnu Sinalah jawaban Allah atas doa mereka. Ibnu Sina dipanggil ke istana.


Memprihatinkan, sang pangeran terbaring lemah. Pucat, kurus, matanya redup tanpa cahaya hidup. Ibnu Sina lalu mengambil alih pasien istimewa itu. Tapi setelah pengobatan beberapa hari, hasilnya masih nihil. Harapan yang tadinya merekah kini gugur lagi, jika Ibnu Sina yang masyhur saja tidak bisa, lalu siapa lagi yang dapat menjadi perantara kesembuhan dari Allah?


Titik terang itu muncul ketika Ibnu Sina tahu bahwa pangeran mulai tidak beres beberapa hari setelah kunjungannya keliling kerajaan. Lampu 5juta watt terang benderang di kepala sang jenius, ahha wajadtu!!. Dan ide cemerlang namun tidak lazim itu dilaksanakan.


Ibnu Sina memeriksa denyut nadi, detak jantung pangeran, sementara seorang pegawai kerajaan menyebutkan nama nama wilayah kerajaan, mulai dari tingkat provinsi.


Si pegawai mulai menyebutkan, Ketika si pegawai mengucapkan salah satu nama provinsi, detak jantung pangeran meningkat.

Berhenti, coba sebutkan semua kota yang ada wilayah provinsi ini”.

Seru Ibnu Sina. Pegawai itu melakukannya. Ketika nama sebuah kota disebutkan, tiba tiba jantung pangeran berdetak lebih cepat. Darah berdesir bergejolak.

“coba sebutkan semua distrik di kota itu”

Baik tuan”.

Kembali si pegawai menyebut tiap distrik, bgitu juga Ibnu Sina smakin konsentrasi mendeteksi tiap perubhan detak jantung dan frekuensinya. Dan hal yang sama terjadi lagi. Kini yang disebut adalah nama tempat yang lebih spesifik. Ketika nama tempat itu disebut berurutan, maka detak jantung pangeran berdetak semakin kencang seiring semakin dekatnya tempat yg sedang dicari Ibnu Sina. Akhirnya ketika nama sebuah keluarga disebut jantung sang pangeran seakan sudah liar. Darahnya berdesir desir dahsyat.

Setelah diselidiki, ternyata di keluarga itu ada seorang gadis jelita. Ia hanya seorang rakyat biasa namun sang pangeran langsung jatuh cinta sejatuh jatuhnya pada si gadis. Maka obat penyakit yg hampir merusak masa depan kesultananpun ditemuka ; panggil gadis itu, nikahkan dengan pangeran!. Beres! Ajaibnya cinta, beberapa waktu kemudian mata pangeran kembali berbinar binar. Ia kembali hidup setelah melewati masa masa hidup sungkan matipun enggan.

Hahaha, tamat deh.


NB_pada pembaca yg tahu versi validnya mhon informasi. Ini crita yg sy bca sambil lalu dibuku adek kelas di kamp konsentrasiku dulu. Penulisan ulang ini boleh dikatakan mengandung banyak ketidak tepatan. TAPI kau menikmatinya kan?? Hahaha, ngaku aja!.

Ayub

Mengejar impian sederhana, menjadi pecinta semesta.

Tambahkan komentar

Tinggalkan komentar