Santri Cendekia

Isyarat-Isyarat Futuristik dalam Al-Qur’an

     Muhammad Fariz Febriansyah Sikumbang*

     Islam merupakan agama yang sempurna dalam segala aspeknya , dari aspek yang kecil hingga yang besar,dari bangun tidur sampai kita tidur kembali, dari pengetahuan umum sampai yang bersifat khusus . Islam mempunyai satu sumber panduan utama atau petunjuk pokok bagi kehidupan seluruh manusia, khususnya bagi umat islam itu sendiri,satu sumber tersebut yaitu Al-Qur’an Al-Karim.Hal tersebut  termaktub dalam sebuah ayat di dalam surat Al-Isra :

اِنَّ هٰذَا الۡقُرۡاٰنَ يَهۡدِىۡ لِلَّتِىۡ هِىَ اَقۡوَمُ وَ يُبَشِّرُ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ الَّذِيۡنَ يَعۡمَلُوۡنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُم اَجۡرًاكَبِيۡرًاۙ‏

9.” Sesungguhnya Alquran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,”                    (QS. Al-Isra’ ayat 9).

Al-Qur’an merupakan mu’jizat dalam segala aspeknya,dari segi konten maupun dari segi bahasanya,mu’jizat Al-Qur’an tak berhenti di situ saja.Ada beberapa ayat Al-Qur’an yang membahas tentang masa depan,ayat-ayat tersebut dianggap sesuatu yang aneh atau bahkan tidak masuk akal pada masa lalu bagi sebagian kalangan, akan tetapi pada masa sekarang sudah banyak para ilmuwan yang membuktikan kebenaran ayat Al-Qur’an berupa fakta ilmiah dari hasi penelitian mereka.

Banyak sekali fakta ilmiah yang baru saja dapat diungkapkan kebenarannya oleh para ilmuwan di dunia modern ini, padahal fakta-fakta tersebut sudah di bahas dalam ayat-ayat Al-Qur’an yang sudah ada dari 1500 tahun yang lalu, dan kini penulis akan memberikan contoh peristiwa dari ayat-ayat tersebut.

Segala sesuatu di ciptakan berpasangan.

Pada tahun awal tahun 1920-an seorang ilmuwan asal Inggris bernama Paul Andrien Maurice Dirac atau biasa dipanggil Paul Dirac ,memperkuat teori tentang mekanika kuantum dalam bentuk yang paling umum yang biasa di sebut “persamaan Dirac”.Teori itu menjelaskan tentang adanya keberadaan pasangan dari antipartikel untuk setiap partikel lain, misalnya positron sebagai pasangan antipartikel dari electron.

Teori ini menegaskan bahwa materi terkecil pun mempunyai unsur yang berpasang-pasangan, hal ini menegaskan bahwa salah satu ayat Al-Qur’an, surat Ad-Zariyat ayat 49 itu benar adanya,ayat tersebut berbunyi :

وَمِنۡ كُلِّ شَىۡءٍ خَلَقۡنَا زَوۡجَيۡنِ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُوۡنَ

Baca juga:  Agama dan Kepedulian Sosial

49.“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah)”. (QS. Az-Zariyat ayat 49).

          Dalam tafsirnya dijelaskan bahwa segala sesuatu yang Allah ciptakan berpasang-pasangan seperti lelaki dan perempuan, langit dan bumi, daratan dan lautan, di tujukan agar kalian mengingat keesaan Allah yang menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan dan  juga untuk mengingat kekuasaan-Nya.

Besi berasal dari langit

Fakta ilmiah selanjutnya datang dari seorang ilmuwan terkenal bernama Dr.Strogh, pada seminar ‘Mukjizat Ilmiah al-Qur’an al-Karim,’ ia mengemukakan penelitiannya yang berkata bahwa besi mempunyai struktur atom yang sangat unik dan berbeda dengan semua logam yang ada bumi ini,beliau juga berkata agar unsur elektron dan nitron dalam besi bisa bersatu ,maka di butuhkan energi yang jumlahnya 4 kali lebih besar dari total energi yang ada di planet kita.

Hal ini menjelaskan bahwasanya memang besi merupakan logam yang berasal dari luar angkasa, tepatnya bersumber dari bagian bintang-bintang yang meledak dan setelah itu bagian tersebut menjadi meteor yang jatuh kebumi akibat gerak gravitasi bumi. Peristiwa ini sangat persis dengan apa yang Allah jelaskan dalam Al-Qur’an,tepatnya dalam surat Al-Hadid ayat 25.

لَـقَدۡ اَرۡسَلۡنَا رُسُلَنَا بِالۡبَيِّنٰتِ وَاَنۡزَلۡنَا مَعَهُمُ الۡكِتٰبَ وَالۡمِيۡزَانَ لِيَقُوۡمَ النَّاسُ بِالۡقِسۡطِ‌ۚ وَاَنۡزَلۡنَا الۡحَـدِيۡدَ فِيۡهِ بَاۡسٌ شَدِيۡدٌ وَّمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَـعۡلَمَ اللّٰهُ مَنۡ يَّنۡصُرُهٗ وَ رُسُلَهٗ بِالۡغَيۡبِ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ قَوِىٌّ عَزِيۡزٌ

25.“Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan kami turunkan bersama mereka kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. Dan Kami turunkan besi yang mempunyai kekuatan, hebat dan banyak manfaat bagi manusia, dan agar Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya walaupun (Allah) tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat, Mahaperkasa.” (QS. Al-Hadid ayat 25).

Pegunungan Merupakan Pasak Bumi

Baca juga:  Nahi Mungkar dan SOP-nya (Tadabbur Ali-Imran : 110 bag. terakhir)

Selanjutnya merupakan fakta ilmiah yang datang dari Profesor Emeritus Frank Press, didalam bukunya yang berjudul “ Earth ” ia mengatakan bahwa gunung/pegunungan memiliki akar yang mendasarinya,akar ini tertanam sangat dalam di tanah,sehingga gunung memiliki bentuk seperti “ pasak ”.

Selain penelitian dari beliau , ilmu sains modern juga telah membuktikan bahwa gunung memiliki panjang akar hingga 2 kali tinggi gunung tersebut diukur dari atas permukaan tanah, akar-akar tersebut memang cocok jika di bandingkan dengan fungsi dari sebua pasak yang sebagian besarnya tersembunyi di bawah permukaan tanah. Fenomena ini juga sudah Al-Qur’an jelaskan dalam surah An-Naba ayat 6-7 .

اَلَمۡ نَجۡعَلِ الۡاَرۡضَ مِهٰدًا .  وَّالۡجِبَالَ اَوۡتَادًا

          6.” Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan”. 7. “ Dan gunung-gunung sebagai pasak ?”.

Selain fakta bahwa gunung merupakan “pasak” dari bumi, ternyata gunung juga mempunyai fungsi yaitu menstabilkan kerak bumi dan menghalangi goncangan yang terjadi di kerak bumi. Fakta tersebut lagi-lagi sudah tertulis di Al-Quran surat An-Nahl ayat 15.

وَاَلۡقٰى فِى الۡاَرۡضِ رَوَاسِىَ اَنۡ تَمِيۡدَ بِكُمۡ وَاَنۡهٰرًا وَّسُبُلًا لَّعَلَّكُمۡ تَهۡتَدُوۡنَۙ

15.“Dan Dia menancapkan gunung di bumi agar bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk”.

Alam semesta juga berkembang

Apakah kalian percaya bahwa alam dari waktu ke waktu terus berkembang dan memperluas dirinya ? . Teori bahwa alam terus berkembang merupakan sebuah fakta di jaman sains modern ini. Pada tahun 1925, astronom asal amerika serikat bernama Edwin Hubble mengemukakan bukti dari hasil penelitiannya, dikatakan bahwa semua galaksi akan saling menjauh satu sama yang lain.

Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa memang alam semesta ini terus bertumbuh dan berkembang layaknya makhluk hidup lain ,teori ini juga mematahkan teori sebelumnya yang mengatakan bahwa ukuran tata surya yang statis / tidak berkembang.

Baca juga:  Tadabbur Surat Al-Lahab (Bag. 1)

Untuk kesekian kalinya ayat Al-Qur’an menunjukkan keajaibannya, dengan membuktikan suatu fakta ilmiah yang berkaitan dengan berkembangnya alam semesta ini, di Al-Qur’an surat Az-Zariyat ayat 47 di jelaskan.

وَ السَّمَآءَ بَنَيۡنٰهَا بِاَيۡٮدٍ وَّاِنَّا لَمُوۡسِعُوۡنَ

  1. “Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan (Kami), dan Kami benar-benar meluaskannya”.

Dengan adanya beberapa bukti dari ayat diatas, maka tidak dapat dipungkiri lagi ,bahwa islam merupakan agama yang sangat sempurna dalam segala aspek, sampai-sampai bisa mengungkap fakta-fakta ilmiah yang baru bisa di buktikan di zaman modern ini, padahal Islam sudah menjelaskannya ber abad-abad yang lalu lewat Al-Quran .

Harapannya dengan adanya bukti-bukti di atas ,meskipun hanya sebagian kecil dari fakta fakta yang sudah terungkap adalah mampu membuka wawasan masyarakat tentang pengetahuan islam yang lebih luas lagi, yang sebenarnya dalam islam sendiri menjelaskan fakta-fakta ilmiah tentang alam semesta yang menarik sekali untuk dibahas di zaman modern ini .

*Penulis merupakan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

 

Redaksi Santricendekia

Kirim tulisan ke santricendekia.com melalui email: editor.santricendekia@gmail.com

Add comment

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: