Santri Cendekia

Tiada Hujan di Bulan Juni

Kau ada di cermin tirai rinai..
Kita bersitatap ketika waktu terurai..
Serpih demi serpih…

 

Bukankah kita lahir dan mati seorang diri??
Katamu pada salah satu ujung rinai..
Pada siang damai
di ujung kaki kaki derap deras yang mulai lelah lunglai.


Entahlah. . .
Yang kutahu kau punya hati sehangat matahari pagi…
Dan senyum sedamai angin sepoi.

dan Juni ini, hujan sepertinya tak sudi menyapa bumi.

Baca juga:  Teror dan Latah dengan Makar

Ayub

Mengejar impian sederhana, menjadi pecinta semesta.

Add comment

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: