Santri Cendekia
Home » “Pancasila” Dakwah Menurut Ust Farid Okbah

“Pancasila” Dakwah Menurut Ust Farid Okbah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ


ust Farid Okbah (www.dakwahsatu.com)

Khalifah rasyidah terakhir, Ali bin Abi Thalib diriwayatkan pernah berkata, “keburukan yang terorganisir baik akan mengalahkan kebenaran yang tidak terorganisir” Di dunia ini, kebenaran semata-mata tidak akan menjamin kemenangan (beda di akhirat). Kebenaran tersebut perlu deksekusi dengan cara-cara yang rapi dan terencana. Berikut ini, catatan kecil tentang langkah-langkah memperjuangkan kebenaran yang disampaikan Farid Okbah di dalam salah satu sesi kuliah admin di PKU.  Karena langkahnya ada lima, ya kita sebut saja “pancasila” hehe




Pertama ; Keyakinan kita harus kuat, bahwa Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya (Islamu ya’lu wa laa yu’la). Dari sinilah terbentuk pribadi muslim yang tangguh.  Mereka yang hidup untuk berjuang, bukan sekedar berjuang untuk hidup. Ingatlah sabda Rasulullah, innama al-hayata jihad wa an-niyah, hidup ini sesungguhnya hanya jihad dan tekad kuat berbuat  baik.

Kedua ; Membangun organisasi yang kuat. Perlu ada rekayasa dakwah yang jelas dari level kecil hingga level yang kompleks. Bentuk rencananya mulai dari konseptual hingga terperinci. Untuk membangun organisasi ini, perlu ada ar-rijal (wa minal mukminina rijalun), mereka yang bukan sekedar muslim, biasa, tapi muslim yang terdidik untuk berjuang. Ibn al-Qayyim al-Jauziyah menyebutkan bahwa ar-rijal yang didik secara khusus oleh Rasulullah hanya 199 orang tapi satu orang saja di antara mereka bisa menggerakan satu negara. Muaz bin Jabal misalnya sendiri mengatur Yaman. Di tanah air sendiri, kita telah menyaksikan para ar-rijal, satu orang KH. Ahmad Dahlan bisa mengarsiteki Muhammadiyah, atau KH. Hasyim Asy’ari dengan NU, dan seterusnya. Yang menjadi maslah adalah apabila orang-orang sepeninggal mereka, bukan lagi para ar-rijal, mereka malah menjadi jama’ah kebingungan yang mengkultuskan rijal yang membangun organisasi tersebut. Melenceng dari tujuan awal sang rijal sendiri.

Ketiga ; Menguasai medan dan lapangan dakwah. Dari sinilah dibuat rencana program dan strategi dakwah yang tepat.


Keempat ; Sumber daya manusia berkualitas. Prioritas utama ada pada pendidikan. Perkaderan melalui jalur pendidikan adalah salah satu komponen dasar gerakan dakwah. 

Kelima Usaha ini juga meliputi pembangunan jaringan ekonomi untuk  penyokong dana dan logistik untuk gerakan dakwah. 
meski sedang sakit, tetap semangat membela kebenaran

Ayub

Mengejar impian sederhana, menjadi pecinta semesta.

Tambahkan komentar

Tinggalkan komentar