Kunci Reformasi Pendidikan Menurut Rafi’al Thatawi

Pembaharuan-pembaharuan dalam segala bidang telah dilakukan dari masa ke masa sampai sekarang. Banyak sekali tokoh yang melakukan pembaharuan dengan pemikiran dan penelitian yang sangat cermat dan membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan hasil. Dengan hasil itu digunakan masyarakat luas untuk tolak ukur di kehidupan sehari-hari. Pembaharuan bidang pendidikanlah yang menarik untuk dilirik karena pendidikan adalah awal dari semuanya. Salah satu tokoh reformasi pendidikan yang bekerja dalam konteks dunia Islam adalah Rifa’at Thatawi. Tulisan ini akan mengeksplor dua pokok penting dari pemikiran pendidikan tokoh Mesir ini.

Mengenal Rafi’al Thathawi

Rifa’at Badawi Rafi’al Thathawi merupakan keturunan dari Husein cucu Nabi Muhammad SAW yang didapat dari Ayahnya. Latar belakang ekonomi keluarganya menengah ke bawah tetapi agama keluarganya yang kuat menjadikan Rifa’at Badawi Rafi’al Thathawi rajin dan tekun mempelajari Al-Qur’an sejak kecil. Ketika beranjak remaja pada waktu umur 16 tahun beliau berangkat merantau ke Kairo, Mesir untuk belajar di Al-Azhar, dalam pengawasan dan bimbingan Syekh Hassan Al-Attar dan Rifa’at Badawi Rafi’al Thathawi menjadi murid kesayangan. Dalam lima tahun Rifa’at Badawi Rafi’al Thathawi menyelesaikan studinya di Al-Azhar (1822 M), setelah itu Rifa’at Badawi Rafi’al Thathawi di percaya untuk mengajar di Universitas tersebut selama 2 tahun dan pada tahun 1824 M Rifa’at Badawi Rafi’al Thathawi mendapat gelar “Master” pada Egyptian Army di Mesir serta diangkat menjadi imam bagi mahasiswa-mahasiswa yang dikirim oleh Muhammad Ali ke Jormard di Paris.

Selama di Paris Rifa’at Badawi Rafi’al Thathawi kursus bahasa Perancis dan dalam kurun waktu 5 tahun dapat menerjemahkan sekitar 12 buku dan risalahnya, diantaranya buku-buku mengenai pertambangan, ilmu bumi, akhlaq dan adat istiadat berbagai bangsa, risalahtentang sejarah Alexander Macedonia dan lain sebagainya. Rifa’at Badawi Rafi’al Thathawi menghabiskan waktunya di Paris untuk membaca berbagai macam buku ilmu pengetahuan. Tahun 1832 M Rifa’at Badawi Rafi’al Thathawi kembali ke Mesir lalu diangkat menjadi penerjemah dan sebagai guru besar pada sekolah kedokteran Perancis di Kairo. Dua tahun kemudian Rifa’at Badawi Rafi’al Thathawi pindah ke sekolah Artelery sebagai direktur penerjemah buku-buku ilmu teknik dan kemiliteran. Tahun 1836 M menjadi direktur dan penanggung jawab harian sekolah penerjemah bahasa-bahasa asing. Tahun 1848 M Rifa’at Badawi Rafi’al Thathawi dikirim ke Sudan sebagai kepala sekolah di Kartoum oleh Abbas sebagai pengganti Muhammad Ali yang telah wafat. Enam tahun kemudian Rifa’at Badawi Rafi’al Thathawi kembali ke Mesir dan diangkat menjadi direktur Sekolah Militer atas perintah Said Pasya pengganti Abbas yang wafat pada tahun 1854 M.

Pada tahun 1863 M di Mesir dibentuk suatu badan yang bertugas menerjemahkan undang-undang Perancis dan bermarkas di kantor yang diberi nama “Translation Office” dan Rifa’at Badawi Rafi’al Thathawi menerbitkan majalah “Raudatul Madris” untuk “Munistry of Education”. Kembali dari Mesir Rifa’at Badawi Rafi’al Thathawi telah menerjemahkan buku-buku di antaranya buku-buku tentang geografi, sejarah (Raja-Raja Perancis, Raja-Raja Charles XI, Charles V, Filsafat Yunani) dan Montesque. Rifa’at Badawi Rafi’al Thathawi wafat di Kairo pada tanggal 27 Mei 1873.

Karya-Karya Rifa’at Badawi Rafi’al Thathawi

Selama hidupnya Rifa’at Badawi Rafi’al Thathawi dilakukan untuk membaca, menulis dan menerjemahkan buku. Berikut ini merupakan karya-karya buku Rifa’at Badawi Rafi’al Thathawi, yaitu:

  1. Takhlisul Ibriz fi Talkhish Pariz
  2. Manhij al Albab al Mishriyah fi Manahijj al Adab al` Ashriyah
  3. Al Mursyid al Amin lil banat wa al banin
  4. Al-Qaul al Said fi Ijtihad wa al Taqlid
  5. Anwar Taufiq al jalil fi Akhbar Mishar wa Tautsiq Bani Ismail
  6. Al-Mazahib al Arba`ah fi al Fiqh
  7. Qanun al Tijari. 8. Al Tuhfat al Maktabiyah fi al Nahw
  8. Al Manafi` al Uminyah

Kunci Reformasi Pendidikan Menurut Rafi’a al Thatawi

Kunci yang pertama Sifat Demokratis, sebenarnya hal pertama yang dinilai penting untuk Pendidikan menurut Rifa’at Badawi Rafi’al Thathawi adalah pendidikan bersifat universal dan emansipasi wanita. Mengapa dikatakan sifat demokratis? Jadi, pendidikan universal adalah pendidikan yang harus diberikan kepada masyarakat luas tanpa membandingkan kasta, usia dan jenis kelamin. Maka tidak ada perbedaan laki-laki dan perempuan dalam pendidikan, perempuan mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan. Perempuan bisa menjadi istri dan mitra yang baik bagi suami dalam kehidupan sosial dan intelektual dan perempuan memiliki keterampilan untuk bekerja dengan batas-batas kemampuan mereka sebagai perempuan. Intinya pendidikan harus menyeluruh dan dari situ pemikiran ini dianggap sebagai permulaan pendidikan yang bersifat demokratis.

Kunci yang kedua Kepribadian Patriotisme, menurut Rifa’at Badawi Rafi’al Thathawi pendidikan bukan hanya sebagai aktivitas mentransfer pengetahuan dari pendidik ke peserta didik, tetapi juga sarana untuk membentuk kepribadian peserta didik dan juga menanamkan patriotisme (Hubb Al Wathon). Dalam suatu negara ada warga negara baik asli atau tidak (naturalisasi) yang mau berdiri didepan untuk membela negaranya dan itulah yang disebut dengan patriot yang memperoleh imbalan kenikmatan dari hak-hak yang dimiliki tanah airnya itu. Dan kenikmatan yang tertinggi adalah kemerdekaan di tengah-tengah masyarakat tersebut.

Untuk menyempurnakan dua kunci pemikirannya, Rifa’at Badawi Rafi’al Thathawi menambahkan ide pendidikannya dengan kurikulum yang digabungkan dengan kepentingan agama dan negara. Kurikulum yang dirumuskan oleh Rifa’at Badawi Rafi’al Thathawi adalah sebagai berikut:

  1. Tingkat pendidikan dasar terdapat mata pelajaran membaca, menulis dan berhitung yang sumbernya dari Al-Qur’an dan nahwu.
  2. Tingkat pendidikan menengah pertama terdapat mata pelajaran pendidikan jasmani, ilmu sosial dan sains, mengarang, sejarah peradaban, dan sebagian dari bahasa asing.
  3. Tingkat pendidikan menengah atas terdapat mata pelajaran kejuruan yang diberikan secara mendalam, yaitu kedokteran, ilmu sosial dan sains dan agama

 

Analisa Terhadap Pemikiran-Pemikiran Rifa’at Badawi Rafi’al Thathawi

Menurut saya Rifa’at Badawi Rafi’al Thathawi adalah sosok tokoh yang patut diteladani bagi semua orang khususnya pada kaum terpelajar. Buktinya beliau ditunjuk dan diangkat langsung oleh Muhammad Ali selaku Gubernur Mesir untuk menjadi Imam Mahasiwa-mahasiswa yang dikirim ke Paris. Selama hidupnya beliau hanya melakukan rutinitas membaca, menulis dan menerjemahkan yang menghasilkan sebuah karya dan pemikiran luar biasa yang diterima oleh seluruh kalangan masyarakat. Beliau telah menghasilkan banyak buku yang beberapa diantaranya tetang perubahan dengan melihat hal baru namun dalam sudut pandang yang mengacu pada Al-Qur’an dan Hadits. Dalam salah satu karyanya beliau mengkritik perkembangan peradaban Prancis yang menjadi rujukannya dalam ilmu baru tetapi ada semacam pujian yang beliau berikan, karenanya ada sikap keterbukaan dari Rifa’at Badawi Rafi’al Thathawi menjadikan umat islam berani untuk mengambil kesimpulan dengan analisi yang kuat.

Berdasarkan beberapa ide pemikiran pembaharuan yang dilakukan oleh Rifa’at Badawi Rafi’al Thathawi, saya lebih tertarik pada pembaharuan bidang pendidikan. Mengapa? Karena beliau menerapkan sifat menyeluruh tanpa membeda-bedakan dari segi golongan, usia dan jenis kelamin. Menurut beliau perempuan sama dengan laki-laki untuk mendapatkan pendidikan dan perempuan mempunyai peran penting dalam kehidupan di dunia. Perempuan bisa menjadi istri dan mitra yang baik bagi suami dalam kehidupan sosial dan intelektual dan perempuan memiliki keterampilan untuk bekerja dengan batas-batas kemampuan mereka sebagai perempuan.

Referensi

Taufik, Akhmad. Sejarah Pemikiran dan Tokoh Modernism Islam. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 2005. Hlm 86.

Rusli, Ris’an. Pembaharuan Pemikiran Modern dalam Islam. Jakarta: Rajawali Pers. 2013. Hlm 66

www.bacaanmadani.com/2018/02/biografi-singkat-al-tahtawi-rifaah.html?m=1 diakses pada tanggal 20 April 2019 pukul 14.58 WIB.

www.bacaanmadani.com/2018/02/ide-ide-pemikiran-pembaharuan-al.html?m=1 diakses pada tanggal 20 April 2019 pukul 15.01 WIB.

Penulis:  SUKMA DEWI HAPSARI

 

Tinggalkan komentar