Santri Cendekia
Home » Riwayat-Riwayat Masyhur Namun Tidak Sahih di Dalam Sirah Nabawi

Riwayat-Riwayat Masyhur Namun Tidak Sahih di Dalam Sirah Nabawi

Bismillah, assalamu alaikum ya ahladdunya maya hehe…
ini nih bukunya

Berikut ini saya sampaikan intisari dari sebuah buku yang menurut saya bagus, judulnya ما شاع ولم يثبت في السيرة النبوية  yang jika diartikan secara harfiyah adalah “riwayat-riwayat masyhyur di dalam sirah Nabawi  padahal belum pasti benar”. Seperti disebutkan tadi, yang saya sampaikan Cuma intisarinya, itu pun Cuma beberapa perkara saja. Jadi saya tidak menyebutkan lebih jauh soal analisis sanad dan hujjah-hujjah penulisnya yakni Muhammad Abdullah Al-‘Usyan.  Silakan download kitabnya di laman download blog iniuntuk penjelasan yang lebih rinci.

1.      Hari Kelahiran Nabi
Hari kelahiran Rasulullah saw ternyata bukan pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal seperti yang selama ini kita hapalkan mulai dari jaman TPA dulu J, yang lebih rajih(dapat diterima) adalah tanggal 9 Rabi’ul Awwal tahun gajah. Adapun wafatnya beliau sallalahu alaihu wa sallam memang terjadi pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal tahun ke-11 setelah hijrah.
2.      Pernikahan Rasulullah sallalahu alaihi wa sallam dengan Khadijah Radiyallahu Anha
Selama ini mungkin kita sering mendengarkan atau bahkan meceritakan kepada orang-orang bahwa Nabi menikahi Khadijah, istri pertamanya, ketika beliau masih muda sedangkan umur Khadijah sudah 40 tahun. Padahal menurut penelusuran dan penelitian penulis buku itu, riwayat yang menyatakan umur Khadijah ketika menikah adalah 40 tahun merupakan riwayat yang paling lemah. Riwayat-riwayat lainnya (yang lebih kuat) menyebutkan beragam umur yang umumnya lebih muda, seperti 35 tahun, dan 25 tahun. Secara logika pun, riwayat yang menyatakan umur Khadijah yang masih muda lebih masuk akal, sebab dari pernikahan tersebut Ummul Mukminin Khadijah masih sanggup melahirkan enam orang anak. Artinya Khadijah menikahi Rasulullah saw ketika beliau masih dalam usia subur, dan usia  subur itu masih berlangsung lama, bukan akhir usia suburnya. Dari penelusuran saya di mbah google, usia 40 justru awal masa manopouse. Nah lo!
3.      Keislaman Hamzah Radiyallahu Anhu
Hamzah adalah paman Rasulullah saw yang menjadi pembelanya yang paling gigih setelah pamanda itu masuk Islam. Biasanya di dalam sirah disebutkan bahwa Hamzah masuk Islam sebab empati melihat keponakannya yang dimusuhi habis-habisan oleh Abu Jahal. Riwayat itu tidak sahih
4.      Kisah Keislaman Umar Radiyallahu Anhu
Riwayat yang menyatakan bahwa Umar bin Khattab masuk Islam setelah mendengarkan bacaan surah Taha dan bahwa sebelumnya ia memukul saudarinya yang bernama Fatimah adalah riwayat yang tidak sahih
5.      Murtadnya Ubaidullah bin Jahsyi di Habasyah
Saya sendiri pernah terperdaya oleh cerita ini, sampai menyimpulkan bahwa mungkin dia lah muslim pertama yang berhasil dikristenkan. Ternyata kisah ini tidak sahih. Astagfirullah!
6.      Kisah Gharaniq (ayat-ayat setan)
Dari kisah inilah mungkin si geblek tukang fitnah Salman Rusydi yang mau nulis novel tapi otaknya kelewat errror itu mendapatkan inspirasi. Kisah gharaniq adalah kisah yang sering dibesar-besarkan oleh pembenci Islam, yakni kisah yang meyatakan bahwa suatu ketika Rasulullah membaca surah an-Najm,  Beliau terus saja membaca ayat tersebut sampai dengan firman Allah ta’ala :
أَفَرَأَيْتُمُ اللاّتَ وَالْعُزّىَ * وَمَنَاةَ الثّالِثَةَ الاُخْرَىَ
”Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap Al-Lata dan Al-‘Uzza dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah) ?” (QS. An-Najm : 19-20).
Dan ketika sampai pada ayat di atas, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam tanpa sadar lisannya membaca kalimat yang dituntun oleh syaithan sebagai berikut :
تلك الغرانيق العلى ، وإن شفاعتهن لترجى
”Itulah tiga berhala (gharaaniq) pertama. Sesungguhnya syafa’at ketiganya sangat dinantikan”.
Ketika kaum Quraisy mendengar perkataan beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam tersebut, mereka langsung bersuka cita. Sedangkan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam meneruskan bacaan Al-Qur’annya sampai dengan akhir surat. Ketika beliau sujud di akhir ayat surah tersebut, semua orang yang hadir di tempat itu, baik muslim maupun musyrik, ikut bersujud. Orang-orang Quraisy pun bubar dengan keadaan senang atas kejadian tersebut. Mereka berkata,”Muhammad telah menyebutkan tuhan-tuhan kita dengan sebutan yang baik
Kisah ini tidak sahih! Kisah ini sudah banyak diingkari oleh ulama ahli hadis, terakhir oleh al-Albani yang bahkan sampai menulis kitab khusus untuk menjelaskan kesalahannya.
7.      Tahun ke-10 Kenabian sebagai “tahun duka cita”
Kisah ini juga termasuk sangat masyhur bahwa ketika Khadijah dan pamanda Rasulullah Abi Thalib meninggal dunia pada tahun tersebut, Rasulullah sangat sedih hingga beliau menamai tahun itu sebagai am al-Huzn atau “tahun duka cita”. Riwayat ini memang syahdu mengharu biru, tapi tidak sahih!
8.      Hijrah Umar
Riwayat yang menyatakan bahwa Umar bin Khattab hijrah secara terang-terangan sambil berteriak lantang “barang siapa yang ingin ibunya berdukaa dan istrinya jadi janda silakan halangi saya” adalah riwayat yang tidak sahih. Riwayat sahih justru menyatakan bahwa Umar hijrah secara sembunyi-sembunyi seperti sahabat-sahabat lainnya. Meskipun ini tidak mengurangi pengakuan kita atas keberanian Sayyidina Umar sedikitpun, siapa pun tahu, beliau adalah manusai yang ditakuti setan.
9.      Konspirasi Darun Nadwah dan Ali Menggantikan Nabi di Kasurnya
Cerita konspirasi orang Quraisy di Darun Nadwah untuk membunuh Nabi Muhammad sebelum hijrahya dan bahwa Iblis menampakan diri dalam rupa seorang lelaki dari Najd untuk membantu konspirasi itu tidak sahih! Juga riwayat yang menyatakan Ali menggantikan Rasulullah untuk tidur di kasurnya agar beliau terhindari dari konspirasi quraisy itu.
10.  Laba-laba dan Merpati di Gua Tsur
Pasti semua sudah tahu cerita itu, tidak sahih bro!
11.  Nasyid Paling Masyhur “Thala’al badru ‘alaina”

Konon nasyid itu dinyanyikan penduduk Madinah ketika Rasulullah sampai di kota oase itu saat hijrah. Riwayat ini tidak sahih, yang sahih adalah bahwa mereka berucap “jaa a nabiyullah qadima Rasulullah” yang artinya telah datang nabi Allah. Menuju kemari utusan Allah”. Walaupun begitu, saya tetap suka nasyid tersebut.

Yap itu saja dulu. Ohya ada beberapa hal yang perlu kita catata, jika tidak ada pulpen ya diingat-iingat saja hehe. Pertama buku ini sudah diterjemahkan, silakan teman-teman telusuri lebih dalam lagi hujjah-hujjah dan analisisnya. Kedua, tidak semua yang “tidak sahih” itu otomatis palsu, tapi riwayat itu hanya diragukan apakah benar-benar terjadi dan dicurigai keras bukan fakta yang sebenarnya, sebab ada riwayat lain yang isinya beda tapi lebih kuat sanadnya. Untuk lebih paham memang perlu belajar sedikit mustalah al-hadis

Avatar photo

Ayub

Mengejar impian sederhana, menjadi pecinta semesta.

2 komentar

Tinggalkan komentar