Santri Cendekia
Home » Tadabbur Al-falaq & An-nas bag. 3 – end

Tadabbur Al-falaq & An-nas bag. 3 – end

An-nas
1. Katakanlah “Aku berlindung kepada Rabb manusia”
2. Raja manusia
3. Ilah manusia
4. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
Manusia
5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
6. Dari golongan jin dan manusia

Khonnas, menurut pada tafsir ath-thabari, khonnas terdiri dari jin dan manusia, dan definisi ini dipertegas oleh surat al-an’am ayat 112

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia)..”.
Kita semua sudah maklum dan mafhum jika golongan syithan jin dapat bersembunyi dan membisikan kejahatan langsung kepada hati manusia.
Lalu bagaimana dengan golongan jenis syaithan manusia yang bersembunyi? Apa maksudnya?

Perlu kita ketahui bersama, di jaman ini, sudah banyak bertaburan manusia-manusia yang secara zahirnya kelihatan saleh, baik, berintelektual tinggi, penuh toleransi dan kearifan, dan berbagai macam keutamaan lainnya justru memanfaatkan kelebihan-kelebihannya tersebut untuk menyesatkan manusia dari jalan yang lurus. Semuanya begitu samar dan tersembunyi, dan tidak jarang orang orang seperti ini memiliki lisan dan hafalan yang fasih tentang berbagai macam dalil-dalil syar’i.

Misal ada seorang budayawan yang juga dikenal sebagai ‘ulama’ pernah berkata bahwa kita semua termasuk para kiyai sesat, karena di setiap salat selalu membaca ayat “ihdinashshirathal mustaqim” (tunjukilah kami ke jalan yang lurus). Subhanallah, bahkan Rasulullah SAW pun membaca ayat itu disetiap salat, lalu para khulafaur rasyidin, dan sahabat-sahabat mulia yang lainnya pun membaca ayat itu setiap salat, apa iya kita berani mengklaim kalo mereka adalah orang yang sesat dan kurang petunjuk? Na’udzubillahi min dzalik.

Baca juga:  Sampai Kapan Indonesia Begini? (Ar-Ra'd : 11)

Atau kasus yang terakhir terjadi dan masih hangat, sebuah komunitas liberal bernama ma’arif institute mengeluarkan sebuah hasil penelitian bahwa bali adalah kota yang paling islami, dan pada penjelasan mereka, kita bisa melihat penjelasan luar biasa yang banyak mengutip pernyataan ulama dan kaidah-kaidahnya, sehingga kelihatan penelitian tersebut valid dan begitu objektif sesuai sudut pandang syariah. Padahal jika kita berilmu, kita hanya melihat penjelasan-penjelasan tersebut sebagai penjelasan anak tk yang asal asalan mencomot dalil sana-sini yang digunakan tidak pada konteksnya (silahkan dilihat langsung pada sumber resminya). Mereka semua khonnas jahat yang bersembunyi, berkamuflase dengan cantik hingga hanya orang-orang tertentu saja yang memiliki bashirah yang jernih dan diberikan hidayah oleh Allah yang mampu mendeteksi kebusukan-kebusukannya.

Mari kita baca surat al munafiqun : 4

“Apabila kamu melihat mereka, penampilan luar mereka akan membuatmu takjub, dan apabila mereka berbicara, kamu akan mendengarkan mereka…”

Itu mengapa membaca dan memahami qur’an menjadi sangat penting bagi muslimin, karena qur’an mengasah akal dan menjernihkan bashiroh kita untuk menghadapi tipu daya khonnas-khonnas jahat. Contohnya pada ayat ini, Allah memberikan bocoran kepada kita, bahwa memang karakter orang orang munafik, salah satu jenis syaithan berwujud manusia, penampilan dan retorikanya itu indah dan mengagumkan, tapi saya apa yang ditujunya begitu jahat dan lebih jahat dari pembunuhan “walfitnatu asyaddu minal qatl” (fitnah lebih kejam daripada pembunuhan) – al baqarah : 191

Atau mungkin bagi para pria yang mulai mapan dan terlihat menarik bagi wanita-wanita nakal perusak rumah tangga orang, hati-hati dan perbanyak dzikir. Kita tidak tahu kapan hati ini lengah dan syaithan dapat dengan mudah membalikan hati kita untuk berjalan menuju maksiat dan menghianati Allah, Rasul-Nya, maupun keluarga kita, istri kita khususnya.

Baca juga:  dari Keluarga untuk Peradaban (Al-furqan 74 bag. terakhir)

Atau bagi para karyawan yang bekerja di ‘ladang basah’, tidak jarang pada akhirnya kita tergoda untuk memasukan makanan haram ke dalam perut kita dan keluarga kita. Awalnya sesekali, lama-lama ketagihan dan pada akhirnya jadi kebutuhan hakiki, na’udzubillahi mindzalik.

Hal-hal di atas hanyalah contoh-contoh bisikan khonnas-khonnas jahat yang kita temui setiap hari, kita tidak tahu kapan bisikan-bisikan itu datang. Maka dari itu, ada baiknya setiap sebelum kita melangkahkan kaki keluar rumah kita membaca surat al falaq dan an nas ini, agar Allah senantiasa melindungi kita dari godaan syaithan yg terkutuk.

Surat an-nas mengajak kita untuk berlindung dari godaan syaithan jin dan manusia. Tapi kenapa surat ini dinamai an-nas oleh para ‘ulama? Karena manusia bisa melakukan kejahatan-kejahatan yg bahkan tidak dapat dilakukan oleh jin. Silahkan lihat berita-berita kriminal hari ini. Allahu’alam

Avatar photo

irfan fahmi

mencoba memahami makna dari surat-surat cinta yang Allah turunkan melalui Nabi dan Rasul-Nya

Tambahkan komentar

Tinggalkan komentar