Santri Cendekia
Home » Dua Surah Pelindung Diri; Tadabbur an-Nas dan al-Falaq (1)

Dua Surah Pelindung Diri; Tadabbur an-Nas dan al-Falaq (1)

Al falaq
1. Katakanlah, aku berlindung pada Rabb yang menguasai waktu subuh.
2. Dari kejahatan apa apa yang diciptakan-Nya
3. Dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita
4. Dari kejahatan wanita-wanita penyihir yang meniup buhul-buhul
5. Dari kejahatan pendengki apabila sedang timbul dengkinya.

Surat al-falaq dan dan an-nas adalah satu paket surat yang Allah SWT turunkan pada Rasulullah SAW melalui malaikat jibril as untuk meruqiyah Rasulullah SAW yang saat itu terkena guna-guna oleh seorang wanita yahudi.

Dalam surat ini, Allah mengajarkan kita untuk berlindung kepada Allah dengan 1 sifatnya (Rabb yang menguasai subuh) terhadap 4 jenis kejahatan (surat al falaq ayat 2-5)

Lalu mengapa Allah menggunakan istilah falaq (waktu subuh) dalam pembuka surat ini? Falaq atau waktu subuh adalah sebuah kondisi dimana cahaya diufuk timur mulai membelah kegelapan malam yang pekat, filosofinya adalah Allah lah Rabb (definisi Rabb : Pencipta, Pemelihara, Pemberi rizqi, Pengatur, dan sejenisnya) yang dapat membelah berbagai macam jenis kegelapan atas izin-Nya. Lalu kegelapan apa yang dimaksud pada konteks ini? Yaitu berbagai jenis kejahatan yang dijabarkan pada ayat-ayat selanjutnya. Jenis-jenis kejahatan yg dijabarkan pada ayat ke 2 – ke 5 adalah jenis-jenis kejahatan yang hampir mustahil untuk dapat dideteksi dan diantisipasi kita tanpa perlindungan Allah.

1. Kejahatan apa-apa yang diciptakan Allah

Kejahatan di sini artinya apapun itu yg menimbulkan bahaya dan mudharat bagi manusia entah itu disengaja atau tidak.

Contoh yang disengaja : kejahatan perampok, pemerkosa, pembunuh, pemfitnah, penipu, dimangsa hewan buas, diganggu jin, dan sejenisnya

Contoh yang tidak disengaja :
Tertabrak mobil, tertimpa pohon, tersandung batu, tersambar petir, terkena benda tajam, kecelakaan di tempat kerja dan sejenisnya.

Baca juga:  Hati-hati Memilih Tempat "Curhat"

2. Kejahatan malam apabila telah gelap gulita.

Betapa banyak jenis kejahatan yang lebih mudah dilakukan ketika larut malam? Perzinahan, club club malam, transaksi barang haram, pembunuhan, pembegalan dsb

3. Dari kejahatan wanita-wanita penyihir yang meniup buhul-buhul

siapa yang tidak kenal santet dan berbagai ilmu hitam? Kejahatan jenis ini sering melampaui akal dan kemampuan kita untuk mengantisipasinya. Itulah mengapa Allah menjadi sebaik-baik pelindung dari hal buruk semacam ini, karena hal-hal semacam ini masih terus ada meski di zaman modern sekalipun

4. Dari kejahatan pendengki ketika dengkinya muncul

orang dengki itu ibarat hewan berbisa, semakin dalam bisanya, semakin parah racunnya. Orang dengki, bahkan pandangan dengkinya pun bisa membahayakan (pandangan ‘ain).
Dan berapa banyak orang orang saling bisa saling bunuh dan saling menjatuhkan hanya karena dengki. Betapa banyak orang yang tadinya baik bisa berubah 180 derajat karena kedengkian?

Dan jangan kita lupa, yahudi madinah, memusuhi Rasulullah Saw bukan karena tidak beriman, tapi karena mereka dengki mengapa Rasul terakhir yang sudah mereka tunggu sekian lama, malah muncul dari bangsa arab yg notebenenya mereka anggap rendah dan kurang beradab.

Pelajaran yg wajib kita petik pada surat ini:

1. Allah SWT lah tempat berlindung yang paling utama dalam hidup ini

2. Manusia itu lemah, ringkih, dan selalu diintai oleh berbagai macam bahaya yg bisa datang kapan saja, maka dzikrullah menjadi sebuah aktivitas yg tidak boleh ditinggalkan

3. Hati-hati dengan sifat dengki, tidak ada kebaikan yang selamat pada diri seseorang yang memelihara sifat dengki. Hati-hati juga ketika memamerka banyak kenikmatan yang kita punya, karena kita tidak tahu berapa banyak pendengki yg ingin melenyapkan nikmat itu. Menyembunyikan nikmat dari sembarang orang juga bagian dari sunnah dan kiat kiat menyelamatkan diri dari dengki seseorang

irfan fahmi

mencoba memahami makna dari surat-surat cinta yang Allah turunkan melalui Nabi dan Rasul-Nya

Tambahkan komentar

Tinggalkan komentar